Advertise

Selasa, 31 Agustus 2010

Quantum Teaching

Quantum Teaching adalah ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan penyajian dan fasilitas SuperCamp. Diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelereted Learning (Lozanov), Multiple Intelligences (Gardner), Neuro-Linguistic Programming (Grinder dan Bandler), Experiental Learning (Hahn), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson dan Johnson), dan Element of effective

Proses belajar/mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti setiap kata, pikiran, tindakan atau asosiasi dan sampai sejauh mana untuk menggubah lingkungan, presentasi dan rancangan pembelajaran, sejauh itu pula proses pembelajaran berlangsung (Lazanov, dalam De Porter 2000). Quantum memiliki arti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum Teaching dengan demikian, adalah penggubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar moment belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain (De Porter, 2000:25).

Asas Utama Quantum Teaching yaitu “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka” (DePorter 2000: 25). Bersandar pada konsep ini.. Segala proses pembelajaran dibangun diatas prinsip bawalah dunia mereka ke dunia kita, yaitu dengan mengkaitkan apa yang akan anda (guru) ajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran, atau, perasaan yang diperoleh dalam kehidupan rumah, sosial, atletik, musik, seni, rekreasi, atau akademis mereka. Setelah kaitan terbentuk anda dapat membawa mereka ke dalam dunia kita dan memberi mereka pemahaman mengenai materi yang akan anda ajarkan tentang dunia.

Prinsip-prinsip Quantum Teaching meliputi:

1. Segalanya berbicara; segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh Anda, dari kertas yang Anda bagikan hingga rancangan pelajaran Anda semuanya mengirim pesan tentang belajar.

2. Segalanya bertujuan; semua yang terjadi dalam penggubahan Anda mempunyai tujuan.

3. Pengalaman sebelum pemberian nama; pembelajaran dimulai siswa mengalami informasi sebelum memperoleh nama untuk apa mereka pelajari.

4. Akui setiap usaha; belajar mengandung resiko, berarti melangkah keluar dari zona kenyamanan, pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri perlu diberikan pada siswa yang belajar.

5. Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan; perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

Quantum Teaching merupakan penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya yang berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas intereksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. Model pembelajaran yang dilaksanakan dalam Quantum Teaching, yang dikenal dengan istilah Kerangka Perancangan Pengajaran, dilaksanakan dengan urutan yang disingkat dalam akronim “TANDUR”

Di bawah ini adalah tinjauan sekilas mengenai TANDUR dan maknanya:

Ø Tumbuhan, Tumbuhkan minat dengan memuaskan, ”Apakah Manfaat BagiKu dan manfaatkan kehidupan belajar

Ø Alami, Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa

Ø Namai, Sediakan kata kunci, konsep, model rumus strategi

Ø Demontrasikan, Sediakan kesempatan bagi siswa untuk ”menunjukkan bahwa mereka tahu”

Ø Ulangi, Tunjukkan cara-cara mengulang materi dan menegaskan: ”Aku tahu bahwa aku memang tahu”

Ø Rayakan, Pengakuan untuk penyelasaian, partisipasi dan pemerolehan ketrampilan dan ilmu pengetahuan.

Dalam kegiatan pembelajaran pemilihan model pembelajaran yang tepat sangat penting dari seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran. Dari model-model pembelajaran yang ada model pembelajaran Quantum Teaching memiliki beberapa kelebihan. DePorter & Hernacki (2001:88) menyampaikan bahwa apapun mata pelajaran, tingkat kelas, atau pendengar, kerangka (model pembelajaran) ini menjamin siswa menjadi tertarik dan berminat pada setiap pelajaran.

Untuk mengatasi masalah yang diteliti berdasarkan kajian teoritik, peneliti mencoba untuk memberikan tindakan yang sesuai dengan masalah tersebut. Adapun tindakan yang peneliti lakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA yaitu melaksanakan KBM dengan model pembelajaran Quantum Teaching. Dengan Pembelajaran Quantum Teaching yang dikembangkan menggunakan metode yang bervariasi, mengutamakan belajar dengan mengalami sendiri dan belajar dengan mengerjakan, menggunakan media yang bervariasi untuk mengakomadasi perbedaan gaya belajar yang dimiliki siswa, pembuatan peta konsep diakhir siklus agar pemahama konsep siswa bermakna, dan pemberian penghargaan berupa tanda bintang.
Muklas. 2008. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas 8.5 SMP Negeri 3 Malang melalui Penerapan Model Quantum Teaching

0 komentar

Poskan Komentar