Ngaji Lubabul Hadits dan Ngaji Acara Tingkepan

Advertise

Minggu, 29 Agustus 2010

Proposal PTK


Penerapan Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri dengan The 5 E Learning Cycle Model untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberhasilan proses pembelajaran IPA di kelas sangat ditentukan oleh perencana sekaligus pelaksana pembelajaran yaitu guru. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator siswa untuk memperoleh pengetahuan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Guru diharapkan terampil merancang dan melaksanakan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman. Guru hendaknya melibatkan siswa melalui kegiatan yang bersifat ilmiah dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa dapat melatih kemampuan kerja ilmiah dalam memperoleh fakta dan konsep-konsep IPA.
Data awal yang diperoleh dari nilai raport siswa Kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung untuk mata pelajaran IPA rata-rata adalah 8,6 dari nilai maksimal 10, sedangkan hasil uji kompetensi pada meteri besaran satuan dan pengukuran seluruh siswa kelas VII-E SMP Negeri 1 telah mencapai standar ketuntasan yang diberlakukan di SMP Negeri 1 Mojoagung yaitu 65. Data tersebut menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa Kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung pada mata pelajaran IPA cukup memuaskan. Selain data prestasi hasil belajar pada pemahaman konsep, peneliti juga melakukan pengamatan dan wawancara perihal kemampuan kerja ilmiah siswa. Data wawancara baik dengan teman sejawat, siswa, observer kolaborator serta pengamatan di kelas secara langsung lebih dari 50% siswa di kelas tersebut belum terampil menggunakan termometer dan gelas ukur, kurang tepat dalam mengambil data saat melakukan pengukuran menggunakan kedua alat tersebut, mengkomunikasikan data dan menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara harapan dalam tujuan pembelajaran IPA dengan kenyataan yang ada. Untuk mengurangi jurang pemisah antara harapan dan kenyataan tersebut diperlukan inovasi dalam pembelajaran IPA.
Dari sekian banyak inovasi pembelajaran IPA yang di dalamnya terdapat serangkaian aktivitas penemuan dan penyelidikan adalah pembelajaran berbasis inkuiri. Dalam pembelajaran berbasis inkuiri, terdapat serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh guru untuk membantu siswa menyusun hipotesa dan memperoleh pengetahuan selama proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis inkuiri dikembangkan dengan penerapan the 5 E Learning Cycle Model terdiri dari 5 fase yaitu : (1) pendahuluan (engagement) dengan aktifitas menunjukkan objek, peristiwa atau mengajukan pertanyaan untuk memotivasi siswa, menghubungkan apa yang telah diketahui dan apa yang dapat dilakukan siswa; (2) eksplorasi (exploration) dengan aktifitas mengeksplorasi objek dan fenomena yang ditunjukkan secara konkret, melakukan aktivitas hands-on dengan bimbingan guru; (3) eksplanasi (explanation) dengan aktifitas menjelaskan pemahaman tentang konsep dan proses yang terjadi, memperkenalkan konsep dan keterampilan baru; (4) elaborasi (elaboration) dengan aktifitas mengaplikasikan konsep baru dalam konteks lain untuk membangun atau mengembangkan pemahaman dan keterampilannya dan (5) evaluasi (evaluation) dengan aktifitas menilai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan. Kegiatan memberikan evaluasi terhadap kemampuan siswa dan efektivitas pembelajaran.
Menurut Dasna (2005:3), The 5 E Learning Cycle Model melalui kegiatan dalam tiap fase mewadahi pebelajar untuk secara aktif membangun konsep-konsepnya sendiri dengan cara berinteraksi dengan lingkungan fisik maupun sosial. Implementasi The 5 E Learning Cycle Model dalam pembelajaran sesuai dengan pandangan konstruktivis yaitu: (1) Siswa belajar secara aktif. Siswa mempelajari materi secara bermakna dengan bekerja dan berpikir. Pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman siswa. (2) Informasi baru dikaitkan dengan skema yang telah dimiliki siswa. Informasi baru yang dimiliki siswa berasal dari interpretasi individu. (3) Orientasi pembelajaran adalah investigasi dan penemuan yang merupakan pemecahan masalah.
Berdasarkan hasil penelitian Wijayanti (2007), penerapan pembelajaran fisika berbasis inkuiri dengan The 5 E Learning Cycle Model telah dapat meningkatkan kemampuan bekerja ilmiah dan hasil belajar siswa kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan kerja ilmiah siswa rata-rata sebesar 67,98% pada siklus I menjadi 84,13% pada siklus II. Oleh karena itu, kemampuan kerja ilmiah siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan pembelajaran dengan the 5 E Learning Cycle Model. Hal ini yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa dengan menerapkan pembelajaran IPA berbasis inkuiri dengan the 5 E Learning Cycle Model. Penelitian ini diberi judul “Penerapan Pembelajaran IPA berbasis inkuiri dengan The 5 E Learning Cycle Model untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Apakah penerapan pembelajaran IPA berbasis inkuiri dengan the 5 E Learning Cycle Model dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, dapat dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut.
Meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung melalui penerapan pembelajaran IPA berbasis inkuiri dengan the 5 E Learning Cycle Model.
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
Penerapan pembelajaran IPA berbasis inkuiri dengan The 5 E Learning Cycle Model dapat meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagi pengajar
Sebagai bahan masukan bagi guru IPA untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran khususnya untuk meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa di kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung.
2. Bagi Siswa
Memberi kesempatan pada siswa untuk mempelajari IPA melalui kegiatan yang menarik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bagi peneliti lain
Dapat menggunakan pembelajaran berbasis inkuiri dengan The 5 E Learning Cycle Model untuk mengembangkan kreativitas dan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran IPA.

F. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wujud Zat. Sub materi yang dibahas antara lain: sifat-sifat zat padat, cair dan gas dan perubahan wujud
2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-E SMP Negeri 1 Mojoagung yang berjumlah 40 orang yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan.
3. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data keterlaksanaan pembelajaran, data kemampuan kerja ilmiah siswa dan hasil wawancara.

G. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap istilah yang digunakan dalam penelitian ini, perlu dideskripsikan beberapa istilah sebagai berikut.
1. The 5 E Learning Cycle adalah suatu model pembelajaran berbasis inkuiri yang terdiri dari lima fase, yaitu; pendahuluan (engagement), eksplorasi (exploration), eksplanasi (explanation), elaborasi (elaboration) dan evaluasi (evaluation)
2. Kemampuan kerja ilmiah merupakan serangkaian kegiatan siswa dalam menemukan fakta dan konsep. Kemampuan kerja ilmiah tidak hanya secara fisik tetapi juga melibatkan proses mental dan emosional. Kemampuan bekerja ilmiah meliputi; (1) mengumpulkan data, (2) mengolah data, (3) menyajikan informasi, (4) berargumentasi secara ilmiah.

1 komentar

andh teha

Hasil Penelitiannya ada yaitu peningkatan kemampuan kerja ilmiah siswa rata-rata sebesar 67,98% pada siklus I menjadi 84,13% pada siklus II. , prosesnya mana?? Lengkapi dongggg

Poskan Komentar