Advertise

Selasa, 05 November 2013

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang


Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Implementasi Kurikulum 2013
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Implementasi Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Kurikulum 2013 diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melalui pelaksanaan terbatas khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakan kurikulum 2013. Pada tahap pertama yaitu Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk kelas 1 dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI), kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan kelas X Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK). Selanjutnya pada Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan kelas XII.
Dalam implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga kependidikan dan pendidik  sebagai pelaksanaan kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, sesuai dengan tugas dan fungsinya, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi, tenaga kependidikan dan pendidik. Pada tahun 2013 pelatihan diprioritaskan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala sekolah SD/SMP/SMA/SMK, dan guru kelas I dan IV SD, guru kelas VII SMP untuk 9 mata pelajaran, dan guru kelas X SMA/SMK untuk 3 mata pelajaran. Guna menjamin kualitas pelatihan tersebut, maka BPSDMPK dan PMP telah menyiapkan 5 buku/ Materi Pelatihan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013, sesuai dengan tugas kepala sekolah dan pengawas sekolah pada jenjang pendidikan.
Secara umum Implementasi Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para anggota forum dalam melaksanakan pendampingan pada korwil masing-masing agar implementasi Kurikulum 2013 dapat terlaksanan secara efektif dan efisien di sekolah.
Secara khusus Implementasi Kurikulum 2013 memiliki tujuan sebagai berikut.
a. Memfasilitasi anggota forum dalam  memahami substansi materi implementasi Kurikulum 2013.
b. Meningkatnya kemampuan anggota forum dalam memahami strategi pendampingan penyusunan rencana pembelajaran (RPP).
c. Meningkatnya kemampuan anggota forum dalam memahami strategi pendampingan penerapapan pendekatan dan Strategi  pembelajaran.
d. Meningkatnya kemampuan anggota forum dalam memahami strategi pendampingan pelaksanaan penilaian pembelajaran dan penulisan buku laporan pendidikan.

Dikarenakan keterbatasan waktu untuk rapat hari ini tidak diadakan Tanya jawab, dan rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Penyusunan perangkat evaluasi Non Tes Kurikulum 2013
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Penyusunan perangkat evaluasi Non Tes Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang  Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Tabel Cakupan Penilaian Sikap

Penilaian sikap spiritual Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut  
Penilaian sikap sosial 1. jujur
2. disiplin
3. tanggung jawab
4. toleransi
5. gotong royong
6. santun
7. percaya diri

Guru dapat menambahkan sikap-sikap tersebut menjadi perluasan cakupan penilaian sikap. Perluasan cakupan penilaian sikap didasarkan pada  karakterisitik kompetensi dasar pada KI-1 dan KI-2 setiap mata pelajaran.
Selanjutnya Ketua Forum memberikan contoh penilaian sikap yaitu dengan cara observasi, berikut disampaikan contoh rubriknya:
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..

No Aspek Pengamatan Skor  
1 2 3 4  
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu  
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan  
3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi  
4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan  
5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan  
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Contoh :
Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :


Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor  3,20 – 4,00 (80 – 100)
Baik : apabila memperoleh skor  2,80 – 3,19 (70 – 79)
Cukup : apabila memperoleh skor  2.40 – 2,79 (60 – 69)
Kurang : apabila memperoleh skor kurang  2.40 (kurang dari 60%)

Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada dua peserta/anggota forum yang menanyakan implementasi penilaian sikap pada proses pembelajaran berlangsung.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Implementasi Kegiatan Kursus IPA Terpadu
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas implementasi kegiatan kursus IPA Terpadu yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan memiliki daya saing, diperlukan pembangunan pendidikan yang comprehensive yaitu peningkatan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual maupun kecerdasan kinetetis. Hal tersebut dikarenakan kecerdasan intelektual saja tidak dapat menjamin suatu bangsa memenangkan dalam persaingan, tanpa didukung oleh kecerdasan lainnya. Secara normatif semua sekolah melaksanakan peningkatan kecerdasan yang comprehensive yang tergambar dalam jenis mata pelajaran yang diprogramkan, tetapi berdasarkan realita pelajaran yang dapat membangun kecerdasan intelektual (UNAS) diberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan pelaksanaannya lebih fokus. Hal ini dicerminkan karena mindset pendidikan, bahwa UNAS merupakan indikator keberhasilan disatu sekolah.

Di Kabupaten Jombang terdapat 45 lembaga SMP Negeri dengan 192 orang guru IPA Terpadu yang memiliki kualifikasi S-1 jurusan Biologi sebanyak 86orang dan jurusan Fisika sebanyak 106 orang. Hal tersebut menggambarkan bahwa guru IPA di SMP tidak dapat mengajar IPA secara keseluruhan, melainkan hanya dapat mengajar salah satu pelajaran Biologi atau fisika, sehingga hasilnya juga dapat dipastikan kurang optimal.

 Bertitik tolak dari fakta tersebut diatas, supaya pembangunan pendidikan pada pada tahun 2025 benar - benar dapat mewujudkan insan yang cerdas lengkap (comprehensive) sebagaimana dimaksudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Pendidikan (RPJP), diperlukan kegiatan peningkatan kompetensi guru bidang studi Ujian Nasional, khususnya bagi guru yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan tertentu tetapi harus dapat memenuhi kompetensi sebagai guru IPA terpadu. Kegiatan tersebut berbentuk kursus yang dilaksanakan dengan model in, on, in, dimana guru akan dilatih selama 30 kali tatap muka (8 JP tiap tatap muka) dalam kelas yang pelaksanaannya dilakukan satu kali dalam satu minggu. Selanjutnya hari - hari yang lain, guru akan mengaplikasikan di sekolah dan hasil aplikasi tersebut akan di evaluasi pada hasil aplikasi tersebut akan di evaluasi pada pertemuan berikutnya.
Kursus peningkatan kompetensi guru IPA terpadu SMP Negeri di Kabupaten Jombang dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Setelah kegiatan kursus, peserta menguasai secara mendalam materi bidang studi IPA terpadu (Biologi dan Fisika).
2. Setelah kegiatan kursus, peserta menguasai secara mendalam metodologi pembelajaran IPA terpadu sesuai dengan standar proses.
3. Setelah kegiatan kursus, guru Biologi maupun Fisika dapat mengajar Mata Pelajaran IPA terpadu.

Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada peserta/anggota forum yang menanyakan bagaimana upaya forum untuk meminimalisir adanya miskonsepsi yang bisa terjadi pada proses pembelajaran fisika oleh guru yang memiliki background biologi.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Pengembangan Bank Soal
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas pengembangan Bank Soal yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Bank soal bukan hanya bank pertanyaan, pool soal, kumpulan soal, gudang soal, atau perpustakaan soal (Millman and Arter, 1984: 315); melainkan bank yang butir-butir soal terkalibrasi (Wright and Bell, 1984: 331) dan disusun secara sistematis agar memudahkan penggunaan kembali dan manfaat soalnya. Untuk itu butir-butir soal di dalam bank soal harus tersedia untuk setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran, tingkat kesukaran butir soal, dan jenjang pendidikan. Hal ini sangat diperlukan untuk memiliki suatu tujuan yang jelas sebagai panduan dan pengembangan bank soal.
Secara implisit, tujuan pengembangan bank soal juga diperlukan untuk penilaian mutu bank soal itu sendiri. Apakah bank soal dapat berisi butir-butir soal yang sesuai dengan tujuan yang terkandung di dalamnya atau tidak, karena bank soal sangat berguna bagi guru, psychometrik, kurikulum, dan peserta didik (Wright and Bell, 1984: 333-335). Oleh karena itu, tujuan utama bank soal adalah untuk merakit/mengonstruksi tes dan pengadaan kesesuaian ujian baik untuk tujuan penilaian ulangan harian maupun untuk tujuan penilaian pada ulangan akhir semester, sehingga soalnya terjamin (Hambleton and Swaminathan, 1985: 255-256).
Butir-butir soal yang akan disimpan di dalam bank soal harus diproses melalui prosedur pengembangan bank soal. Prosedur pengembangan butir soal yang digunakan di dalam pengembangan bank soal adalah :
(1) Penyusunan kisi-kisi, (2) Penulisan butir soal, (3) Revisi/validasi butir, (4) Perakitan tes, (5) Uji coba tes, (6) Memasukkan data, (7) Analisis butir soal secara klasik dan IRT, (8) Menyeleksi butir untuk bank soal yang terkalibrasi.

Setiap butir soal dimasukkan berdasarkan : tingkat sekolah, tipe sekolah, jurusan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, perilaku yang diukur/taxonomi, format soal, tingkat kesulitan butir soal, tingkat kemampuan peserta didik, semester, statistik, tahun.

Dalam mengolah butir-butir soal dalam bank soal diperlukan perangkat lunak yang tepat. Secara singkat, perangkat lunak yang digunakan memiliki tiga kelebihan, yaitu : (1) Kemudahan pada penyimpanan dan pencarian kembali, (2) Kesanggupan untuk memunculkan kembali grafik butir-butir secara tepat, (3) Kelengkapan susunan data butir soal.

Gagasan lain yang perlu dipertimbangkan pada setiap sekolah adalah adanya konsep bank tes. Gunanya adalah untuk menyusun beberapa paket paralel tes kecil berdasarkan unit-unit pembelajaran, seperti ulangan harian, ulangan bersama setiap selesai mengerjakan kompetensi minimal pada beberapa standar kompetensi/kompetensi dasar, ulangan tengah semester, atau ulangan akhir semester.

Para guru dapat memilih tes itu untuk penilaian kelas. Hal ini tidak hanya dapat menghemat waktu bagi guru, model tes seperti ini dapat diharapkan memiliki mutu yang lebih baik. Karena kurikulum di Indonesia adalah standar, maka model seperti ini sangat tepat.

Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada peserta/anggota forum yang menanyakan bagaimana cara perakitan soal dari bank soal yang sudah jadi.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Persiapan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Laporan PTK
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Persiapan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Laporan PTK yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk karya ilmiah hasil penelitian yang dibuat berdasarkan pengalaman dari masing-masing guru sendiri. Saat ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan persyaratan dalam sertifikasi guru dan kenaikan golongan sehingga seorang guru diharapkan mampu melakukan penelitian terutama meneliti di kelasnya sendiri yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan melakukan PTK seorang guru diharapkan dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri dengan menerapkan berbagai teori dan teknik pembelajaran yang relevan.
Dalam workshop ini, para guru akan diberikan materi mulai dari bagaimana menemukan topik yang relevan, kemudian membuat rancangan penelitian dan diakhiri dengan bimbingan untuk membuat Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Workshop ini diselenggarakan selama satu hari dan ditujukan bagi para guru IPA SMP Kabupaten Jombang. Seperti telah dikemukakan, setelah workshop ini akan disediakan mentor untuk mendampingi kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian akan diselesaikan selama tiga bulan dengan bimbingan terstruktur mentor yang mumpuni di bidangnya. Setelah laporan penelitian selesai dibuat, akan diadakan seminar hasil-hasil penelitian tindakan kelas. Tujuan seminar adalah untuk memperbaiki kualitas laporan penelitian dan untuk membagikan pengalaman kepada guru-guru lain. FMGMP IPA juga akan menyediakan sarana untuk menampung hasil penelitian agar dapat diterbitkan di jurnal ilmiah di majalah Suara Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang ataupun yang diterbitkan pihak lain.
Adapun tujuan dari kegiatan secara keseluruhan adalah:
1. Melatih para guru agar dapat membuat Laporan PTK.
2. Membantu guru untuk dapat mempublikasikan Laporan PTK  di  jurnal-jurnal ilmiah.

Setelah mengikuti workshop ini diharapkan para guru mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana memilih topik penelitian sampai mewujudkannya dalam bentuk Laporan PTK, dan mempublikasikan laporan PTK tersebut di jurnal-jurnal ilmiah.
Dikarenakan keterbatasan waktu untuk rapat hari ini tidak diadakan Tanya jawab, dan rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Pelatihan Pembuatan e-module dengan Blog Bagi Guru-Guru MGMP IPA
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Persiapan Pelatihan Pembuatan e_module Bagi Guru MGMP IPA yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Untuk mengetahui pengertian blog maka kita harus sedikit singgung tentang CMS. Apakah CMS itu? Content Management System (CMS), adalah sebuah aplikasi berbasis web (web- based application) yang memungkinkan setiap orang membuat dan mengembangkan sebuah situs dinamis, tanpa perlu memahami bahasa pemrograman. Atau, secara sederhana, CMS adalah aplikasi untuk membuat website dinamis secara mudah. Jadi CMS adalah semacam mesin yang memudahkan kita untuk menyusun bahasa pemrograman php atau html agar di dalam membuat website menjadi mudah.
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan CMS, kita dapat mengetahui pengertian blog. Blog itu adalah sebuah website yang memuat tulisan (posting) secara periodic. Blog disusun dengan menggunakan suatu CMS tertentu, misalnya yang paling popular adalah Wordpress, Joomla, dan Blogspot.. Blog punya fungsi yang beragam, mulai dari catatan harian (diary online) sampai untuk mempublikasikan sesuatu atau dalam artian mengiklankan suatu produk.
Sekarang banyak sekali layanan untuk membuat blog secara gratis. Diantaranya adalah Wordpress, Blogspot, Blog.Com, Blogsome, Multiply, dan Dagdigdug.
Blog mempunyai fungsi yang beragam, mulai dari catatan harian (diary online) sampai untuk mempublikasikan sesuatu atau dalam artian mengiklankan suatu produk. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai sector memerlukan kecepatan akses informasi yang handal sehingga mulai memanfaatkan teknologi internet untuk aksesnya salah satunya dengan blog.
Salah satu bidang yang mulai menggunakan blog yaitu sector pendidikan. Sektor pendidikan membutuhkan suatu teknologi yang popular untuk dapat memenuhi kebutuhan beberapa pihak sebagai stakeholder pendidikan. Teknologi internet  untuk pendidikan di Indonesia pertama dicetus oleh DEPDIKNAS melalui Jardiknasnya.
Jardiknas adalah singkatan dari jejaring pendidikan nasional yang merupakan program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Melalui jardiknas itu, sekolah, kantor/ institusi pendidikan, perguruan tinggi, di seluruh Indonesia dapat tergabung menjadi satu simpul jaringan yang dapat diakses oleh kalangan pendididikan. Melalui Jardiknas pertukaran informasi menjadi sangat mudah. Semua yang terkoneksi dengan Jardiknas itu dapat melakukan Video Conference dalam waktu yang bersamaan. Suatu inovasi yang sangat popular untuk kemajuan pendidikan.
Setelah dicanangkan Jardiknas, maka banyak sekali praktisi pendidikan yang mencoba untuk mengembangkan atau mengaplikasikan teknologi informasi untuk pendidikan. Salah satunya adalah dengan penggunaan system pendidikan maya atau e-learning yang telah diimplementasikan di beberapa sekolah.
Diharapkan dengan tersedianya Blog Guru ini maka guru di wilayah Kabupaten Jombang dapat menggunakan Blog Guru ini sebagai media untuk menyampaikan pembelajaran online atau untuk publikasi materi yang dimiliki oleh guru tersebut. Dengan pembelajaran online dan publikasi materi ini maka perkembangan pendidikan juga akan bergerak cepat, karena ada suatu literature baru yaitu Blog Guru FMGMP IPA yang akan membuat guru-guru mempunyai fasilitas situs pribadi yang dapat digunakan untuk media ajar dan media publikasi.
Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada dua peserta/anggota forum yang menanyakan implementasi pembuatan LKS online di blog.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Kiat Menciptakan praktikum IPA berbasis lingkungan
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Kiat Menciptakan praktikum IPA berbasis lingkungan yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Penggunaan buku petunjuk praktikum sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran IPA, sehingga seolah-olah buku ini menjadi “buku sakti” ketika seorang guru akan melakasanakan praktikum di laboratorium. Bila dilihat dari buku petunjuk praktikum yang sudah ada di lapangan, nampaknya tidak semua materi pokok yang ada dalam kurikulum mata pelajaran IPA terwakili oleh suatu topik percobaan. Ironisnya, sebagian besar buku petunjuk praktikum yang beredar di pasaran isinya sama, tidak ada yang memiliki kelebihan, misalnya menyajikan topik percobaan yang berbeda dan baru/aktual. Meskipun semua percobaan bertujuan mengaktifkan peserta didik, namun akan lebih menarik minat belajar peserta didik bila buku petunjuk praktikum berisikan aktivitas percobaan sederhana yang menarik dengan bahan dan alat yang digunakan dapat diperoleh di lingkungan sekitar, sehingga peserta didik dapat mencobanya di rumah.
Untuk memunculkan percobaan yang demikian, guru IPA dituntut mampu menciptakan atau mengonstruksi percobaan sendiri melalui kaji pustaka dari berba-gai sumber, seperti buku petunjuk praktikum dari negara lain, atau memunculkan ide praktikum berdasarkan kreativitas sendiri. Hal ini hanya dapat dilakukan jika guru memiliki minat, kemauan, dan kemampuan serta bermodalkan peka terhadap fenomena di sekitar, kritis dan kreatif. Kreativitas menciptakan praktikun sederhana dapat dilakukan guru, jika penguasaan konsep dasar IPA dikuasai guru dengan baik. Dengan modal ini, guru mampu berpikir bagaimana suatu alat dan bahan di lab dapat digantikan dengan alat dan bahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini dipaparkan langkah-langkah yang dapat dilakukan guru jika akan mencoba menciptakan percobaan sederhana berbasis lingkungan yang nantinya dapat dipraktikkan bersama dengan peserta didik di lab maupun di rumah.
1. Pelajari secara mendalam materi ajar tersebut, lalu coba cari hubungan setiap konsep yang ada dengan fenomena yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
2. Setelah kita dapat menemukan suatu fenomena, cobalah berpikir bagaimana mengangkat fenomena tersebut menjadi suatu rancangan percobaan sederhana.
3. Buatlah langkah-langkah pengujian / pembuktiannya.
4. Ujicobalah sesuai dengan rancangan yang kita buat.
5. Tulis rancangan kita dengan format urutan sederhana yang terdiri dari : judul, tujuan percobaan, dasar teori, bahan dan alat, cara kerja, tabel dasar (untuk menuliskan data yang harus dikumpulkan), kesimpulan, daftar pustaka.
Untuk dapat menemukan fenomena yang berkaitan dengan materi ajar mungkin dirasa sulit oleh guru, namun sebenarnya semakin banyak guru membaca buku dan membuka internet, semakin besar kepekaan guru terhadap fenomena alam di sekitarnya.
Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada dua peserta/anggota forum yang menanyakan implementasi menciptakan praktikum IPA berbasis lingkungan.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.


0 komentar

Poskan Komentar