Advertise

Loading...

Senin, 13 Agustus 2012

PTK PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI 8 SMP CTL

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan suatu proses yang dinamis untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Kriteria untuk menetapkan apakah pembelajaran itu berhasil atau tidak secara umum dapat dilihat dari dua segi, yakni kriteria ditinjau dari sudut proses pembelajaran itu sendiri dan kriteria yang ditinjau dari sudut hasil atau produk belajar yang dicapai siswa (Sudjana, 2000).
Hasil pengamatan pada proses pembelajaran di Kelas VIII A SMP Negeri 2 XXXX YYYY menunjukkan bahwa interaksi pembelajaran dalam kelas masih berlangsung satu arah. Pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa menerima begitu saja informasi yang diberikan oleh guru. Respon siswa terhadap pembelajaran cenderung rendah. Selama proses pembelajaran, partisipasi siswa hanya mencatat dan mendengarkan penjelasan guru. Sedikit sekali siswa yang mengajukan pertanyaan maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, bahkan tidak jarang siswa bermain-main sendiri saat proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi / IPA di SMP Negeri 2 XXXX YYYY diperoleh data bahwa nilai untuk KD 2.1  Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan relatif rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian pada SK  tersebut pada  Kompetensi Dasar 2.1 nilai rata-rata siswa Kelas VIII A pada materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan yaitu 54,17 dengan ketuntasan klasikal 50%.
Hasil belajar ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa masih perlu ditingkatkan. Dari hasil wawancara lebih lanjut disimpulkan bahwa perolehan nilai tersebut disebabkan karena guru belum menemukan metode dan pendekatan yang tepat. Selama ini guru lebih sering menggunakan ceramah sebagai metode mengajar, media yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, guru kurang memberikan contoh yang nyata kepada siswa, bahkan lebih sering menggambar di papan tulis untuk memvisualisasikan materi yang diajarkan. Guru hanya memberikan informasi dan mengharapkan siswa untuk menghafal dan mengingatnya.
Berkaitan dengan itu dalam pembelajaran perlu pendekatan yang tidak mengharuskan siswa untuk menghafal fakta-fakta tetapi sebuah strategi pendekatan yang mendorong siswa untuk belajar menemukan konsep. Menurut Hamalik (2003), pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri. Siswa belajar sambil bekerja. Dengan bekerja mereka memperoleh pengetahuan, pemahaman dan aspek-aspek tingkah laku lainnya. Pendekatan kontekstual dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman siswa sehingga pembelajaran yang berlangsung menjadi lebih bermakna.
Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mengarah pada strategi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan kontekstual mengikutsertakan siswa dalam aktivitas-aktivitas penting yang membantu mereka menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata. Dengan membuat hubungan siswa menjadi lebih mengerti dalam  pekerjaannya. Tugas guru adalah sebagai fasilitator (Johnson, 2000). Dalam kelas kontekstual guru bisa menggunakan berbagai macam metode mengajar misalnya diskusi, tanya jawab, ceramah dan yang tidak kalah penting yakni metode inkuiri atau penemuan.
Dalam penelitian ini metode penemuan yang digunakan adalah bentuk penemuan terbimbing. Hal ini dilakukan mengingat anak usia SMP masih memerlukan bimbingan dari guru untuk mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan untuk dapat menemukan sendiri konsep-konsep IPA. Pembelajaran dengan menggunakan banyak metode akan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang lebih bermakna (Rustaman dkk, 2003).
Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan merupakan salah satu materi pokok dalam dalam pelajaran IPA / Biologi kelas VIII. Standar Kompetensi yang ditetapkan adalah Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan. Kompetensi Dasar yang harus dicapai adalah mencari hubungan antara bagian tubuh makhluk hidup dengan fungsinya. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan merupakan salah satu materi yang menarik karena tumbuhan itu sendiri merupakan obyek yang nyata. Pembelajaran materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan dapat dilakukan dengan berbagai macam kegiatan sederhana yang dapat dilakukan siswa. Siswa dapat menyelidiki dan menemukan konsep mengenai Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan yang terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah serta mengidentifikasi fungsinya melalui pengamatan langsung. Berkaitan dengan ini maka  pendekatan kontekstual diduga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

B.    Identifikasi dan Perumusan Masalah
Masalah-masalah yang terdapat dalam proses pembelajaran yang berlangsung di Kelas VIII A SMP Negeri 2 XXXX YYYY adalah:
1.     Pembelajaran yang terjadi bersifat hafalan. Guru hanya memberikan informasi yang berasal dari buku kepada siswa, dan siswa menerima begitu saja informasi yang diberikan oleh guru.
2.     Pembelajaran masih berlangsung satu arah dalam hal ini masih didominasi oleh guru.
3.     Metode dan pendekatan yang digunakan oleh guru kurang mendorong  siswa untuk belajar yang kondusif.
4.     Kurang bervariasinya media yang digunakan guru. Guru kurang memberikan contoh yang nyata kepada siswa.
5.     Hasil belajar siswa khususnya pada materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan relatif selalu rendah.
6.     Nilai rata-rata ulangan harian materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan sebesar 54,17.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pendekatan konstektual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan di kelas VIII A SMP Negeri 2 XXXX YYYY tahun pelajaran 2010-2011 ?

C.    Cara Pemecahan Masalah
Berdasarkan permasalahan di atas, maka upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah diterapkannya pendekatan kontekstual pada  pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan di Kelas VIII A SMP Negeri 2 XXXX YYYY tahun pelajaran 2010-2011.
Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa. Pendekatan kontekstual mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai anggota keluarga maupun masyarakat.
Dalam pendekatan ini proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami sendiri, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi. Penerapan pendekatan kontekstual diharapkan minat belajar siswa dalam mempelajari materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan akan meningkat dan lebih bermakna yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari konsep-konsep tersebut.
Pada pembelajaran dengan pendekatan kontekstual guru bisa menggunakan berbagai macam metode mengajar. Metode ceramah tetap ada,  tetapi hanya sebatas pemberian informasi yang sangat diperlukan siswa. Guru bisa menggunakan metode tanya jawab, diskusi, dan yang paling utama adalah metode penemuan. Dalam proses belajar yang menggunakan metode penemuan, siswa aktif melakukan eksplorasi, observasi, dan investigasi di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini berdampak positif bagi perkembangan intelektual siswa (Darmodjo dan Kaligis, 1992/1993).
Para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami konsep yang rumit dan abstrak jika disertai contoh-contoh yang  kongkret, contoh-contoh yang wajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan mempraktikkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata (Semiawan dkk, 1985).

D.    Penegasan Istilah
Dalam penelitian ini beberapa istilah perlu ditegaskan agar tidak terjadi salah penafsiran. Adapun istilah yang perlu ditegaskan adalah:
1.     Aktivitas belajar
Aktivitas belajar adalah keaktifan (kegiatan) yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar. Dalam penelitian ini, aktivitas belajar yang dimaksud yaitu aktivitas siswa dalam proses pembelajaran meliputi kesiapan mengikuti pelajaran, respon saat guru menerangkan, kesungguhan dalam pengamatan, keaktifan kerja kelompok, menulis dan mempresentasikan hasil pengamatan, bertanya, menjawab pertanyaan serta mengungkapkan pendapat .
2.     Hasil belajar
Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Anni, 2004). Dalam penelitian ini hasil belajar menekankan pada penguasaan konsep Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan oleh siswa setelah melaksanakan aktivitas belajar yakni dalam bentuk nilai tes tertulis.
3.     Pendekatan kontekstual Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru  menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk mampu membuat hubungan antara  pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari (Saptono, 2003). Dalam penelitian ini pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu diskusi, tanya jawab, dan penemuan. Metode penemuan yang digunakan adalah dalam bentuk penemuan terbimbing.

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 XXXX YYYY tahun pelajaran 2010-2011 pada materi Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan melalui pendekatan kontekstual.

F. Manfaat Penelitian
  1. Bagi guru
a.     Mendapatkan suatu strategi pembelajaran biologi yaitu pendekatan kontekstual sebagai suatu alternatif menarik dalam upaya mengaktifkan siswa belajar.
b.     Guru termotivasi untuk senantiasa meningkatkan keterampilan memilih strategi pembelajaran yang bervariasi sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

  1. Bagi sekolah
Memberikan sumbangan bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan potensi belajar siswa.

G.   Sistematika PTK
Untuk memudahkan pemahaman dalam mengikuti uraian penelitian ini, hasil penelitian yang dilakukan disusun dalam suatu bentuk yang terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.
Bagian awal berisikan halaman judul penelitian, pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran.
Bagian inti Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari lima bab. Bab I tentang pendahuluan yang berisi latar belakang, permasalahan, cara pemecahan masalah, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika Penelitian Tindakan Kelas. Bab II tentang tinjauan pustaka dan hipotesis tindakan, yang berisikan teori-teori yang dijadikan landasan di dalam penelitian dan merumuskan hipotesis. Bab III tentang metode penelitian, yang berisikan hal-hal yang berhubungan dengan metode yang digunakan dalam penelitian meliputi setting dan karakteristik subjek penelitian, faktor yang diteliti, desain penelitian, prosedur penelitian, data dan cara pengambilan data, dan indikator keberhasilan. Bab IV tentang hasil penelitian dan pembahasan, menguraikan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan hasil penelitian. Bab V simpulan dan saran, berisi simpulan hasil penelitian secara garis besar dan saran yang didasarkan pada hasil penelitian ... dst p4kbambang@yahoo.com.

0 komentar

Poskan Komentar