Advertise

Rabu, 19 September 2012

Mind Mapping


Mind Mapping berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata mind dan mapping yang masing- masing adalah mind berarti otak, dan mapping berarti memetakan. Dengan arti luas, Mind Mapping berarti memetakan segenap kemampuan ke dalam otak dan atau dari otak untuk menegembangkan informasi (Tony Buzan, 2003).
Berdasarkan pengertian di atas peneliti dapat menarik pengertian bahwa Mind Mapping adalah suatu teknik yang membiasakan siswa berpikir cepat untuk mengembangkan pengetahuannya. Konsep-konsep yang baru ditemukan secepatnya ditabung ke dalam otak dengan benar dan akan digunakan atau digeneralisasikan dengan konsep lain dengan cepat pula saat dibutuhkan. Kecepatan mengakses dan memproses konsep tersebut menumbuhkan kemampuan berpikir cepat dan kritis pada siswa.
Membuat Mind Mapping berbentuk saraf otak atau kepala berambut dapat membantu siswa dalam mengembangkan konsep. Suatu konsep yang ditentukan guru dikembangkan siswa dengan cara menggeneralisasikannya dengan konsep-konsep lain yang telah tersimpan di otak dan konsep yang baru ditemukan. Konsep-konsep yang akan ditulis dihubungkan dengan konsep inti yang berkaitan, menjalar ke segala arah tidak terbatas sedemikian rupa seperti saraf otak atau rambut di kepala. Semakin banyak rambut yang tumbuh, semakin banyak pula konsep yang diperoleh siswa. Hal ini dapat dilakukan siswa dengan mudah dan menyenangkan.


Kegiatan siswa membuat Mind Mapping tersebut menurut kognitif Bloom termasuk tingkat pemahaman dan penerapan aplikatif. Tingkat pemahaman yang dilakukan siswa adalah menggeneralisasi dan menguraikan konsep yang dimiliki. Tingkat analisis yang dilakukan adalah mengurai dan mengkorelasikan suatu konsep yang dimiliki dan baru ditemukan.
Keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya sangat berpengaruh pada kemampuan itu sendiri (Albert Bandura, 1988). Penulis berasumsi bahwa siswa yang telah termotivasi, diberdayakan kemampuannya dalam pembelajaran sedemikian rupa termasuk melalui Mind Mapping maka konsep yang dimiliki akan lebih berkembang membentuk pengalaman baru. Pemetaan pikiran membuatmu tetap fokus kepada ide utama dan semua ide tambahan lainnya serta memantumu untuk menggunakan kedua belah otak sehingga kamu malahan ingin terus menerus belajar (Tony Buzan, 2003).
Menurut Tony Buzan dalam buku Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas memberikan beberapa pengertian tentangnya, antara lain:

1) Mind Mapping merupakan alat paling hebat yang membantu otak berpikir secara teratur, cepat dan sederhana.

2) Mind Mapping merupakan cara paling mudah untuk memasukkan informasi ke dalam otak dan untuk mengambil informasi dari otak.

3) Mind Mapping adalah sistem akses dan pengambilan kembali data yang sungguh hebat bagi perpustakaan raksasa yang ada di otak siswa yang menakjubkan.

4) Mind Mapping membantu siswa belajar, mengatur, dan menyimpan sebanyak mungkin informasi yang siswa inginkan, serta menggolongkan informasi tersebut secara wajar sehingga memungkinkan siswa mendapat akses seketika (daya ingat yang sempurna) atas segala hal yang diinginkan.

5) Cara ini (Mind Mapping) merupakan cara yang kreatif dan efektif dalam membuat catatan di dalam otak. Nantinya otak diharapkan lebih siap untuk mengembangkan informasi baru menjadi pengalaman baru siswa dalam pembelajaran.
Struktur alamiah Mind Mapping bentuk syaraf otak berupa radial yang memancar keluar dari gambar sentral sebagai gagasan terpenting. Penggunaan garis,lambang,kata-kata, serta gambar berdasarkan seperangkat aturan yang sederhana, mendasar, alami, dan akrab bagi otak siswa. Dengan menggunakan Mind Mapping,daftar informasi yang panjang dan menjemukan dapat diubah bentuknya menjadi diagram berwarna-warni, mudah diingat dan sangat beraturan serta sejalan dengan cara kerja alami otak.
Kegiatan menceritakan kembali dalam membuat laporan akhir pembelajaran yang dilakukan siswa secara isi diharapkan dapat berkembang. Konsep-konsep yang sudah ditanam di otak dengan cara yang mudah dan cepat siswa dapat mengembangkannya dengan cara mengkaitkan dengan konsep-konsep yang lain. Kebebasan bentuk, warna-warni, hiasan yang menyertai, dapat menumbuhkan keberanian siswa dalam mengembangkan kreativitasnya di samping bentuk pembelajaran yang menyenangkan.

c. Keunggulan Mind Mapping dalam pembelajaran
Mind Mapping dapat membantu siswa dalam banyak hal. Karena Mind Mapping mudah dibuat dan sederhana sesuai dengan imajinasi dan asosiasi otak siswa. Mind Mapping dapat membantu siswa dalam beberapa hal yaitu:

1) Menjadi lebih kreatif

2) Mengingat dengan lebih baik

3) Belajar lebih cepat dan efesien

4) Lebih berkonsentrasi

5) Belajar dengan lebih mudah

6) Menghemat waktu

7) Melihat ”gambaran keseluruhan”

8) Mengatur dan menjernihkan pikiran

9) Memecahkan masalah

d. Bahan dan alat untuk membuat Mind Mapping
1) Kertas kosong polos atau tidak bergaris

1) Pena atau pulpen

2) Pensil berwarna

3) Otak (imajinasi dan asosiasi)

e. Tujuh langkah cara membuat Mind Mapping

1) Mulai dari bagian tengah permukaan secarik kertas kosong yang memanjang.
Memulai dari tengah-tengah permukaan kertas akan memberikan keleluasaan bagi cara kerja otak untuk memencar ke luar, ke segala arah, dan mengekspresikan diri lebih bebas dan alami.

2) Gunakan sebuah gambar untuk gagasan sentral siswa.
Suatu gambar menyimpan seribu kata dan membantu siswa menggunakan imajinasi. Gambar yang letaknya di tengah-tengah akan tampak lebih menarik, membuat siswa tetap terfokus, membantu memusatkan pikiran siswa, dan membuat otak semakin aktif dan sibuk.

3) Gunakan warna pada seluruh Mind Mapping.
Warna menarik bagi otak, tampak lebih cerah dan hidup, meningkatkan kekuatan cara berfikir kreatif, dan menyenangkan.

4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar sentral, cabang-cabang kedua ke cabang-cabang utama, dan seterusnya.
Otak bekerja dengan menggunakan asosiasi, jika siswa menghubungkan cabang-cabang, siswa akan jauh lebih mudah dalam memahami dan mengingat konsep.

5) Buatlah cabang-cabang Mind Mapping berbentuk garis melengkung bukan garis lurus.


Garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan hidup seperti cabang-cabang sebuah pohon jauh lebih menarik dan indah bagi mata.

6) Gunakan satu kata kunci per baris.
Kata kunci tunggal atau gambar tunggal akan menjadikan Mind Mapping lebih kuat dan fleksibel. Setiap kata atau gambar tunggal seperti pengganda yang melahirkan sendiri rangkaian asosiasi dan hubungan yang khusus. Setiap kata lebih bebas dan mudah tercetus atau terpicu gagasan- gagasan dan pikiran-pikiran baru.

7) Usahakan gunakan gambar di seluruh Mind Mapping.
Setiap gambar sentral mengandung seribu kata, apabila tersaji beberapa gambar maka terkandung beribu-ribu kata.
Membuat Mind Mapping dilakukan dua kali dalam satu kali pertemuan pembelajaran yaitu a) saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, siswa membuat Mind Mapping berbentuk saraf otak, b) saat akan berakhir proses kegiatan belajar mengajar, siswa membuat Mind Mapping berbentuk narasi sebagai laporan akhir pembelajaran. Melalui pembuatan Mind Mapping siswa dapat dengan mudah menggeneralisasikan konsep yang dimiliki atau disimpan di otak dan yang baru ditemukan melalui kegiatan belajar. Kegiatan ini siswa dapat mengembangkan konsep baru menjadi pengalaman baru sebagai hasil pembelajaran yang bermakna.
Mind Mapping akan lebih berhasil jika didukung dengan kooperative learning yang tepat sehingga keunggulan pembelajaran yang penulis sajikan sebagai berikut:

1) Pembelajaran lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Pakem)

2) Kegiatan lebih berpusat pada siswa (student centre) dan guru sebagai fasilitator dan mediator.

3) Memiliki daya serap tinggi sehingga daya ingat siswa cukup lama (long term memory

0 komentar

Poskan Komentar