Advertise

Rabu, 19 September 2012

Keterampilan Proses IPA Pendidikan Dasar


Menurut Srini (2001:54) dinyatakan bahwa keterampilan proses IPA
adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan di antaranya, adalah:
mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel,
merumuskan hipotesis, membuat grafik, dan tabel data membuat definisi
operasional dan melakukan eksperimen. Untuk lebih jelasnya kegiatan yang
dilakukan dalam kegiatan keterampilan proses IPA adalah:
1. Pengamatan
Pengamatan ilmiah adalah proses pengumpulan informasi dengan
mempergunakan semua indera atau memakai alat untuk membantu
pancaindera, misalnya kaca pembesar yang digunakan untuk membantu
penglihatan. IPA dimulai dengan pengamatan alam semesta. Agar muridmurid
terampil melakukan pengamatan, mereka harus dilatih
mempergunakan pancaindera, dan mereka harus belajar membedakan
baik-baik antara pengamatan yang sebenarnya dan penafsiran.
2. Pengklasifikasian
Kemampuan untuk mengklasifikasikan dan menyusun menurut urutan
logis, merupakan keterampilan dasar IPA dan Matematika.
Pengklasifikasian adalah mengatur, menyusun atau mendistribusikan
objek-objek, kejadian-kejadian, atau informasi ke dalam golongan atau
kelas dengan mempergunakan cara tertentu atau sistem tertentu.
3. Pengukuran
Definisi membuat pengukuran adalah membuat observasi kuantitatif
dengan jalan membandingkan suatu standar konvensional atau non
konvensional. Misalnya mempergunakan thermometer untuk menentukan
suhu akhir dalam derajat celcius air lelehan bongkahan es.
4. Identifikasi dan pengendalian variabel
Identifikasi variabel adalah menandai karakteristik objek atau faktor dalam
kejadian/peristiwa yang tetap dan yang berubah di dalam kondisi yang
berbeda-beda. Mengendalikan variabel merupakan salah satu komponen
penting dalam kegiatan melakukan kegiatan ilmiah. Ada tiga variabel
dalam penelitian ilmiah, yaitu variabel terikat, variabel bebas, dan variabel
terkontrol. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja diubah-ubah oleh
peneliti di dalam suatu penelitian. Variabel terikat adalah variabel yang
berubah di dalam suatu penelitian sebagai akibat suatu perubahan variabel
bebas. Sedangkan variabel terkontrol adalah variabel yang sengaja dibuat
konstan di dalam suatu penelitian untuk mendapatkan hasil ayng mantap.
5. Perumusan hipotesis
Hipotesis adalah dugaan tentang hubungan alasan yang mungkin
ditemukan di dalam percobaan/penelitian. Hipotesis biasanya dipakai
sebagai penuntun dalam penelitian. Seringkali kali dinyatakan dalam
bentuk pernyataan seperti: “Makin besar variabel bebas, makin kecil
variabel terikatnya“. Untuk kelas-kelas rendah di Sekolah Dasar, salah satu
cara untuk memancing murid-murid merumuskan hipotesis adalah
pertanyaan-pertanyaan operasional seperti : Apakah penambahan garam ke
dalam air membuat benda ini terapung? Dengan hipotesis ini memberi
arahan bagi anak-anak untuk melakukan suatu upaya mendapatkan efekefek
yang dapat diamati sebagai akibat dari sesuatu.
6. Perancangan eksperimen
Melakukan eksperimen adalah melakukan kegiatan percobaan-percobaan,
yang nantinya dapat digunakan untuk mendapatkan data yang baik. Anakanak
di Sekolah Dasar harus dilatih untuk melakukan eksperimen,
walaupun masih dalam taraf yang sederhana, hal ini dapat dijadikan
sebagai dasar untuk senang melakukan percobaan yang selanjutnya.
7. Pengkomunikasian
Di sekolah dasar pengkomunikasian berarti mencatat data yang didapat
sebagai hasil eksperimen dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang
lain. Anak-anak belajar berkomunikasi dengan berbagai cara, mereka
belajar mengambil gambar dengan teliti, membuat diagram-diagram,
membuat tabel dan grafik yang sesuai. Mereka belajar membuat model
yang tepat dan mempergunakan bahasa yang jelas bila mendeskripsikan
suatu objek atau kejadian. Peran guru di sini adalah membantu anak-anak
berlatih berkomunikasi dan membantu mereka mengevaluasi apa yang
mereka katakan.
Berdasarkan perbedaan perkembangan kognitif pada anak-anak usia
Sekolah Dasar, maka pembelajaran keterampilan proses IPA di Sekolah Dasar,
terbagi atas dua bagian. Bagian pertama adalah pembelajaran keterampilan
proses IPA untuk kelas tinggi, dan bagian kedua adalah pembelajaran
keterampilan proses IPA untuk kelas rendah. Adapun pembagian tersebut
adalah:
1. Pembelajaran Keterampilan Proses IPA untuk Kelas Tinggi
Kegiatan pembelajaran keterampilan proses IPA untuk Sekolah Dasar
kelas tinggi, meliputi kegiatan mengidentifikasi variabel-variabel,
membuat tabel dari data, membuat grafik, menjelaskan hubungan antar
variabel-variabel, mengumpulkan dan memproses data, menganalisis
penyelidikan, merumuskan hipotesis, memanipulasi variabel-variabel,
merancang suatu eksperimen dan melaksanakan eksperimen.
2. Pembelajaran Keterampilan Proses IPA untuk Kelas Rendah
Untuk kegiatan pembelajaran ketrampilan proses IPA bagi kelas rendah
dapat dikembangkan enam keterampilan IPA dasar, yaitu mengamati atau
mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, membuat
inferensi, mengkomunikasikan hasil observasi atau hasil penyelidikan.
Itulah ketrampilan IPA dasar yang dapat dikembangkan untuk kelas
rendah di Sekolah Dasar.
C. Keaktifan kerja kelompok
Menurut Wina Sanjaya (2007:241) dinyatakan bahwa model
pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan
oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu uantuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam
pembelajaran kelompok, yaitu: (1) adanya peserta dalam kelompok; (2)
adanya aturan kelompok; (3) adanya upaya belajar setiap anggota kelompok;
dan (4) adanya tujuan yang harus dicapai.
Untuk meningkatkan keaktifan kerja kelompok dalam pembelajaran
IPA di sekolah dasar, dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut, antara
lain :
1. Menggunakan metode percobaan atau eksperimen secara kelompok.
2. Menggunakan media benda langsung untuk melakukan percobaan.
3. Memberikan kesempatan kepada siswa dalam kelompok untuk melakukan
dan mencoba sendiri apa yang dipelajari.
4. Pembelajaran berpusat pada siswa (student center learning).
5. Memberikan kesempatan kepada siswa dalam kelompok untuk
menemukan sendiri apa yang dipelajari
6. Memberikan model-model pembelajaran yang menarik dalam kerja
kelompok
7. Materi yang dibahas dalam kerja kelompok berdasarkan konteks yang
sedang dipelajari oleh siswa.
D. Mengaktifkan Belajar Siswa
Menurut Srini M. Iskandar (2001), dijelaskan bahwa guru dapat
menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan belajar
siswanya, yaitu:
1. Memberikan nilai
Dengan diberikannya angka setiap kegiatan siswa, akan mendorong
semangat dan keaktifan belajar siswa.
2. Memberikan pujian
Dengan diberikannya pujian kepada siswa, akan dapat menambah
semangat dan mendorong siswa dalam mengikuti pembelajaran.
3. Memberikan hadiah
Pemberian hadiah bagi siswa yang melaksanakan pekerjaan baik atau nilai
yang tertinggi, akan mendorong dan membangkitkan semangat siswa.
4. Kompetisi
Dengan kegiatan saling persaingan atau kompetisi, memungkinkan siswa
bersemangat dan bersaing untuk memperoleh sesuatu yang terbaik.
5. Kegiatan eksperimen
Dengan sering melakukan kegiatan eksperimen dalam pembelajaran IPA,
memungkinkan siswa bersemangat dan aktif mengikuti kegiatan
pembelajaran.
6. Memotivasi siswa dalam kerja kelompok
Kerja kelompok akan berhasil dengan baik dan aktif apabila guru
memberikan motivasi, bimbingan, pengarahan, dan kepercayaan kepada
siswa, untuk menemukan sendiri kegiatan dan hasil apa yang ingin
dicapai.

0 komentar

Poskan Komentar