Advertise

Senin, 28 Oktober 2013

DRAFT NOTULEN RAPAT FORUM MGMP IPA JOMBANG

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Implementasi Kurikulum 2013
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Implementasi Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Kurikulum 2013 diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melalui pelaksanaan terbatas khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakan kurikulum 2013. Pada tahap pertama yaitu Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk kelas 1 dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI), kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan kelas X Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK). Selanjutnya pada Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan kelas XII.
Dalam implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga kependidikan dan pendidik  sebagai pelaksanaan kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, sesuai dengan tugas dan fungsinya, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi, tenaga kependidikan dan pendidik. Pada tahun 2013 pelatihan diprioritaskan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala sekolah SD/SMP/SMA/SMK, dan guru kelas I dan IV SD, guru kelas VII SMP untuk 9 mata pelajaran, dan guru kelas X SMA/SMK untuk 3 mata pelajaran. Guna menjamin kualitas pelatihan tersebut, maka BPSDMPK dan PMP telah menyiapkan 5 buku/ Materi Pelatihan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013, sesuai dengan tugas kepala sekolah dan pengawas sekolah pada jenjang pendidikan.
Secara umum Implementasi Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para anggota forum dalam melaksanakan pendampingan pada korwil masing-masing agar implementasi Kurikulum 2013 dapat terlaksanan secara efektif dan efisien di sekolah.
Secara khusus Implementasi Kurikulum 2013 memiliki tujuan sebagai berikut.
a. Memfasilitasi anggota forum dalam  memahami substansi materi implementasi Kurikulum 2013.
b. Meningkatnya kemampuan anggota forum dalam memahami strategi pendampingan penyusunan rencana pembelajaran (RPP).
c. Meningkatnya kemampuan anggota forum dalam memahami strategi pendampingan penerapapan pendekatan dan Strategi  pembelajaran.
d. Meningkatnya kemampuan anggota forum dalam memahami strategi pendampingan pelaksanaan penilaian pembelajaran dan penulisan buku laporan pendidikan.

Dikarenakan keterbatasan waktu untuk rapat hari ini tidak diadakan Tanya jawab, dan rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Penyusunan perangkat evaluasi Non Tes Kurikulum 2013
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Penyusunan perangkat evaluasi Non Tes Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang  Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Tabel Cakupan Penilaian Sikap

Penilaian sikap spiritual Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut  
Penilaian sikap sosial 1. jujur
2. disiplin
3. tanggung jawab
4. toleransi
5. gotong royong
6. santun
7. percaya diri

Guru dapat menambahkan sikap-sikap tersebut menjadi perluasan cakupan penilaian sikap. Perluasan cakupan penilaian sikap didasarkan pada  karakterisitik kompetensi dasar pada KI-1 dan KI-2 setiap mata pelajaran.
Selanjutnya Ketua Forum memberikan contoh penilaian sikap yaitu dengan cara observasi, berikut disampaikan contoh rubriknya:
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
      kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
      sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..

No Aspek Pengamatan Skor  
1 2 3 4  
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu  
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan  
3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi  
4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan  
5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan  
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

Contoh :
Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :


Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor  3,20 – 4,00 (80 – 100)
Baik : apabila memperoleh skor  2,80 – 3,19 (70 – 79)
Cukup : apabila memperoleh skor  2.40 – 2,79 (60 – 69)
Kurang : apabila memperoleh skor kurang  2.40 (kurang dari 60%)

Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada dua peserta/anggota forum yang menanyakan implementasi penilaian sikap pada proses pembelajaran berlangsung.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

Notulen Rapat Forum MGMP IPA Jombang
Tanggal :
Tempat : UPT Laboratorium IPA Bersama Kab. Jombang
Waktu :
Materi : Implementasi Kegiatan Kursus IPA Terpadu
Peserta :

Rapat dibuka oleh Ketua Forum MGMP IPA Jombang, setelah membaca salam dan basmalah H. Wahib, S.Pd., M.M.Pd. menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan baik oleh Forum, Korwil maupun kegiatan oleh DBL Bermutu Klaster Mendel.
Berikutnya disampaikan agenda rapat hari ini tanggal …., yaitu membahas Penyusunan perangkat evaluasi Non Tes Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Ketua Forum MGMP IPA Kabupaten Jombang, dengan paparan sebagai berikut:
Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan memiliki daya saing, diperlukan pembangunan pendidikan yang comprehensive yaitu peningkatan kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual maupun kecerdasan kinetetis. Hal tersebut dikarenakan kecerdasan intelektual saja tidak dapat menjamin suatu bangsa memenangkan dalam persaingan, tanpa didukung oleh kecerdasan lainnya. Secara normatif semua sekolah melaksanakan peningkatan kecerdasan yang comprehensive yang tergambar dalam jenis mata pelajaran yang diprogramkan, tetapi berdasarkan realita pelajaran yang dapat membangun kecerdasan intelektual (UNAS) diberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan pelaksanaannya lebih fokus. Hal ini dicerminkan karena mindset pendidikan, bahwa UNAS merupakan indikator keberhasilan disatu sekolah.

Di Kabupaten Jombang terdapat 45 lembaga SMP Negeri dengan 192 orang guru IPA Terpadu yang memiliki kualifikasi S-1 jurusan Biologi sebanyak 86orang dan jurusan Fisika sebanyak 106 orang. Hal tersebut menggambarkan bahwa guru IPA di SMP tidak dapat mengajar IPA secara keseluruhan, melainkan hanya dapat mengajar salah satu pelajaran Biologi atau fisika, sehingga hasilnya juga dapat dipastikan kurang optimal.

 Bertitik tolak dari fakta tersebut diatas, supaya pembangunan pendidikan pada pada tahun 2025 benar - benar dapat mewujudkan insan yang cerdas lengkap (comprehensive) sebagaimana dimaksudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Pendidikan (RPJP), diperlukan kegiatan peningkatan kompetensi guru bidang studi Ujian Nasional, khususnya bagi guru yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan tertentu tetapi harus dapat memenuhi kompetensi sebagai guru IPA terpadu. Kegiatan tersebut berbentuk kursus yang dilaksanakan dengan model in, on, in, dimana guru akan dilatih selama 30 kali tatap muka (8 JP tiap tatap muka) dalam kelas yang pelaksanaannya dilakukan satu kali dalam satu minggu. Selanjutnya hari - hari yang lain, guru akan mengaplikasikan di sekolah dan hasil aplikasi tersebut akan di evaluasi pada hasil aplikasi tersebut akan di evaluasi pada pertemuan berikutnya.
Kursus peningkatan kompetensi guru IPA terpadu SMP Negeri di Kabupaten Jombang dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :
1. Setelah kegiatan kursus, peserta menguasai secara mendalam materi bidang studi IPA terpadu (Biologi dan Fisika).
2. Setelah kegiatan kursus, peserta menguasai secara mendalam metodologi pembelajaran IPA terpadu sesuai dengan standar proses.
3. Setelah kegiatan kursus, guru Biologi maupun Fisika dapat mengajar Mata Pelajaran IPA terpadu.

Setelah ketua menyampaikan paparannya, dibuka sesi Tanya jawab. Ada peserta/anggota forum yang menanyakan bagaimana upaya forum untuk meminimalisir adanya miskonsepsi yang bisa terjadi pada proses pembelajaran fisika oleh guru yang memiliki background biologi.
Setelah diadakan Tanya jawab, rapat diakhiri dengan bacaan do’a langsung oleh ketua Forum MGMP IPA SMP Kabupaten Jombang bapak H.  Wahib, S.Pd., M.M.Pd.

0 komentar

Poskan Komentar