Advertise

Free Download PTK

Silahkan Download PTK TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Skripsi PTK untuk Mata Pelajaran PAI, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Matematika, IPA, Fisika, Biologi, Kimia, IPS, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi.

Free Download PTK

Silahkan Download PTK TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Skripsi PTK untuk Mata Pelajaran PAI, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Matematika, IPA, Fisika, Biologi, Kimia, IPS, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi..

Free Download PTK

Silahkan Download PTK TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Skripsi PTK untuk Mata Pelajaran PAI, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Matematika, IPA, Fisika, Biologi, Kimia, IPS, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi.

Free Download PTK

Silahkan Download PTK TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Skripsi PTK untuk Mata Pelajaran PAI, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Matematika, IPA, Fisika, Biologi, Kimia, IPS, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi.

Free Download PTK

Silahkan Download PTK TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Skripsi PTK untuk Mata Pelajaran PAI, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Matematika, IPA, Fisika, Biologi, Kimia, IPS, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi..

Jumat, 12 April 2013

LAT SOAL TEORI BELAJAR


Mata Kuliah                :   TEORI BELAJAR DAN KONSEP MENGAJAR
Program studi             :   Teknologi Pembelajaran

1.      Kita perlu melakukan pembaharuan landasan teoritik dan konseptual tindakan pembelajaran agar cocok dengan tuntutan era baru.
a.       Coba identifikasi persoalan pembelajaran yang actual terjadi di masa kini.
b.      Identifikasi pola pikir (paradigma) yang cocok digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut.
c.       Berikan deskripsi singkat tentang kemungkinan implementasi paradigma tersebut.
2.      Coba deskripsikan apa yang anda ketahui tentang pendekatan pembelajaran yang berbasis Kompetensi dan bagaimana implementasinya dalam system persekolahan di Indonesia.
3.      Coba deskripsikan apa yang anda ketahui tentang Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan  dan bagaimana implementasinya dalam pemanfaatan media di persekolahan tingkat Dasar
4.      Berhubungan dengan apakah teori Piaget itu?. Mengapa teori Piaget itu sangat berpengaruh pada perkembangan intelektual anak?
5.      Coba buat perbandingan pandangan behaviristik dan konstruktivistik tentang bagaimana mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.


1.      Kita perlu melakukan pembaharuan landasan teoritik dan konseptual tindakan pembelajaran agar cocok dengan tuntutan era baru.
a.            Coba identifikasi persoalan pembelajaran yang actual terjadi di masa kini.
a.       Permasalahan Profesionalisme Guru
Guru yang profesional harus memiliki kualifikasi dan ciri-ciri tertentu. Kualifikasi dan ciri-ciri dimaksud adalah: (a) harus memiliki landasan pengetahuan yang kuat, (b) harus berdasarkan atas kompetensi individual, (c) memiliki sistem seleksi dan sertifikasi, (d) ada kerja sama dan kompetisi yang sehat antar sejawat, (e) adanya kesadaran profesional yang tinggi, (f) memiliki prinsip-prinsip etik (kide etik), (g) memiliki sistem seleksi profesi, (h) adanya militansi individual, dan (i) memiliki organisasi profesi.
Namun kenyataan dilapangan menunjukkan di dunia pendidikan nasional ada banyak, guru yang tidak profesioanal. Inilah salah satu permasalahan internal yang harus menjadi “pekerjaan rumah” bagi pendidikan nasional masa kini.


b.      Permasalahan Strategi Pembelajaran
Meskipun dalam aspirasinya, dewasa ini terdapat tuntutan pergeseran paradigma pembelajaran dari model tradisional ke arah model baru, namun kenyataannya menunjukkan praktek pembelajaran lebih banyak menerapkan strategi pembelajaran tradisional dari pembelajaran baru. Hal ini agaknya berkaitan erat dengan rendahnya professionalisme guru.

b.            Identifikasi pola pikir (paradigma) yang cocok digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut.
a.       Masalah Profesionalisme guru
Untukmengatasi masalah tersebut penulis berpendapat :
1)      Diklat guru digalakkan, diantaranya untuk sertifikasi guru langsung diadakan diklat, tanpa perhitungan prtofolio. Dan untuk lima tahun pertama guru ditarget, harus minimal mengikuti 5 kali diklat atau sejenisnya.
2)      Pembuatan tulisan-tulisan ; karya tulis, PTK, artikel, makalah, dll.
3)      Pengawas terhadap kinerja guru perlu digalakkan. Sementara ini pengawas kesannya hanya mengontrol tentang administrasi pendidikan. Pengawas dilaksanakan secara menyeluruh.
b.      Permasalahan Strategi Pembelajaran
Beberapa strategi pengajaran yang dapat dikembangkan oleh guru melalui pembelajaran kontekstual, antara lain:
1)      Pembelajaran berbasis masalah
Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas, siswa terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul. Setelah itu, tugas guru adalah merangsang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru adalah mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan perspektif yang berbeda dengan mereka.
2)      Memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar
Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan siswa antara lain di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di luar kelas. Misalnya, siswa keluar dari ruang kelas dan berinteraksi langsung untuk melakukan wawancara. Siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran.
3)      Memberikan aktivitas kelompok
Aktivitas belajar secara kelompok dapat memperluas perspektif serta membangun kecakapan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain. Guru dapat menyusun kelompok terdiri dari tiga, lima maupun delapan siswa sesuai dengan tingkat kesulitan penugasan.
4)      Membuat aktivitas belajar mandiri
Peserta didik tersebut mampu mencari, menganalisis dan menggunakan informasi dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan guru. Supaya dapat melakukannya, siswa harus lebih memperhatikan bagaimana mereka memproses informasi, menerapkan strategi pemecahan masalah, dan menggunakan pengetahuan yang telah mereka peroleh. Pengalaman pembelajaran kontekstual harus mengikuti uji-coba terlebih dahulu; menyediakan waktu yang cukup, dan menyusun refleksi; serta berusaha tanpa meminta bantuan guru supaya dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri (independent learning).
5)      Membuat aktivitas belajar bekerjasama dengan masyarakat
Sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orang tua siswa yang memiliki keahlian khusus untuk menjadi guru tamu. Hal ini perlu dilakukan guna memberikan pengalaman belajar secara langsung dimana siswa dapat termotivasi untuk mengajukan pertanyaan. Selain itu, kerja sama juga dapat dilakukan dengan institusi atau perusahaan tertentu untuk memberikan pengalaman kerja. Misalnya meminta siswa untuk magang di tempat kerja.

6)      Menerapkan penilaian autentik
Dalam pembelajaran kontekstual, penilaian autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. Menurut Johnson (2002: 165), penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar. Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat digunakan oleh guru adalah portfolio, tugas kelompok, demonstrasi, dan laporan tertulis.

c.             Berikan deskripsi singkat tentang kemungkinan implementasi paradigma tersebut.
a.       Setiap dua bulan sekali guru harus mengikuti pelatihan sesuai dengan apa yang dibutuhkan, melalui workshop bersama atau diklat yang diadakan oleh lembaga-lembaga pendidikan.
b.      Peran MGMP ditingkatkan dengan agenda-agenda yang menarik bagi guru.
c.       Supervisi tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah, tekankan supervisi kolegial, baik internal sekolah maupun dengan sekolah lain.
d.      Berikan kemudahan bagi guru untuk mendapatkan referensi (biaya ditanggung sekolah/pemerintah)
e.       Setiap dua bulan sekali diadakan evaluasi oleh pengawas tentang kinerja sekolah, diantaranya melalui kinerja guru. Untuk itu peran aktif pengawas yang profesional dibutuhkan.

2.      Coba deskripsikan apa yang anda ketahui tentang pendekatan pembelajaran yang berbasis Kompetensi dan bagaimana implementasinya dalam system persekolahan di Indonesia.
Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.
Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:
a.       Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya.
b.      Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan.
c.       Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu, guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.
d.      Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.
e.       Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan.
f.        Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik.
g.       Peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan narasumber

Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning), yaitu relating, experiencing, applying, cooperating, dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.
Tujuh konsep utama pembelajaran kontekstual, yaitu:
a.       Constructivisme
·        Belajar adalah proses aktif mengonstruksi pengetahuan dari abstraksi pengalaman alami maupun manusiawi, yang dilakukan secara pribadi dan sosial untuk mencari makna dengan memproses informasi sehingga dirasakan masuk akal sesuai dengan kerangka berpikir yang dimiliki
·        Belajar berarti menyediakan kondisi agar memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya
·        Kegiatan belajar dikemas menjadi proses mengonstruksi pengetahu-an, bukan menerima pengetahuan sehingga belajar dimulai dari apa yang diketahui peserta didik. Peserta didik menemukan ide dan pengetahuan (konsep, prinsip) baru, menerapkan ide-ide, kemudian peserta didik mencari strategi belajar yang efektif agar mencapai kompetensi dan memberikan kepuasan atas penemuannya itu.

b.      Inquiry
·        Siklus inkuiri: observasi dimulai dengan bertanya, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan menarik simpulan.
·        Langkah-langkah inkuiri dengan merumuskan masalah, melakukan observasi, analisis data, kemudian mengomunikasikan hasilnya
·        Questioning
·        Berguna bagi guru untuk: mendorong, membimbing dan menilai peserta didik; menggali informasi tentang pemahaman, perhatian, dan pengetahuan peserta didik.
·        Berguna bagi peserta didik sebagai salah satu teknik dan strategi belajar.

c.       Learning Community
·        Dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif
·        Belajar dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil sehingga kemampuan sosial dan komunikasi berkembang

d.      Modelling
·        Berguna sebagai contoh yang baik yang dapat ditiru oleh peserta didik seperti cara menggali informasi, demonstrasi, dan lain-lain.
·        Pemodelan dilakukan oleh guru (sebagai teladan), peserta didik, dan tokoh lain.

e.       Reflection
·        Tentang cara berpikir apa yang baru dipelajari
·        Respon terhadap kejadian, aktivitas/pengetahuan yang baru
·        Hasil konstruksi pengetahuan yang baru
·        Bentuknya dapat berupa kesan, catatan atau hasil karya

f.        Autentic Assesment
·        Menilai sikap, pengetahuan, dan ketrampilan
·        Berlangsung selama proses secara terintegrasi
·        Dilakukan melalui berbagai cara (test dan non-test)
·        Alternative bentuk: kinerja, observasi, portofolio, dan/atau jurnal

Implementasi Pengembangan Kegiatan Pembelajaran
Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi, kegiatan pembelajaran perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP), kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka, kegiatan tugas terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah standar yang menerapkan sistem paket, beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA terdiri dari 45 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur memanfaatkan 0% - 60% dari waktu kegiatan tatap muka.
Sementara itu bagi sekolah kategori mandiri yang menerapkan sistem kredit semester, beban belajarnya dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). 1 (satu) sks tingkat SMA terdiri dari 1 (satu) jam pelajaran (@45 menit) tatap muka dan 25 menit tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Dengan demikian, pada sistem paket maupun SKS, guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka, tugas terstruktur dan kegiatan mandiri.

1.      Kegiatan Tatap Muka
Untuk sekolah yang menerapkan sistem paket, kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, tanya jawab, atau simulasi.
Untuk sekolah yang menerapkan sistem SKS, kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi dikoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, tanya jawab, atau demonstrasi.

2.      Kegiatan Tugas terstruktur
Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket, kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek.
Bagi sekolah yang menerapkan sistem SKS, kegiatan tugas terstruktur dirancang dan dicantumkan dalam jadwal pelajaran meskipun alokasi waktunya lebih sedikit dibandingkan dengan kegiatan tatap muka. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik, peran guru sebagai fasilitator, tutor, teman belajar. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, atau simulasi.

3.      Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru namun tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran baik untuk sistem paket maupun sistem SKS. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek.


3.      Coba deskripsikan apa yang anda ketahui tentang Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan  dan bagaimana implementasinya dalam pemanfaatan media di persekolahan tingkat Dasar
a.       PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

b.      Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?
1)      Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.

2)      Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.

3)      Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

4)      Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).
5)      Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.
6)      Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.
7)      Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

8)      Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan.’

c.       Bagaimana Pelaksanaan PAKEM?
Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru.
4.      Berhubungan dengan apakah teori Piaget itu?. Mengapa teori Piaget itu sangat berpengaruh pada perkembangan intelektual anak?
Piaget paling terkenal karena menyusun kembali teori is perkembangan kognitif ke dalam serangkaian tahap, memperluas karya sebelumnya dari James Mark Baldwin, menjadi empat tahap perkembangan yang lebih kurang sama dengan (1) masa infancy, (2) pra-sekolah, (3) anak-anak, dan (4) remaja. Masing-masing tahap ini dicirikan oleh struktur kognitif umum yang mempengaruhi semua pemikiran si anak (suatu pandangan strukturalis yang dipengaruhi oleh filsuf Immanuel Kant). Masing-masing tahap mewakili pemahaman sang anak tentang realitas pada masa itu, dan masing-masing kecuali yang terakhir adalah suatu perkiraan (approximation) tentang realitas yang tidak memadai. Jadi, perkembangan dari satu tahap ke tahap yang lainnya disebabkan oleh akumulasi kesalahan di dalam pemahaman sang anak tentang lingkungan nya; akumulasi ini pada akhirnya menyebabkan suatu tingkat ketidakseimbangan kognitif yang perlu ditata ulang oleh struktur pemikiran.
Keempat tahap perkembangan itu digambarkan dalam teori Piaget sebagai
Tahap sensorimotor: dari lahir hingga 2 tahun (anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek)
Tahap pra-operasional: dari 2 hingga 7 tahun (mulai memiliki kecakapan motorik)
Tahap operasional konkret: dari 7 hingga 11 tahun (anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret)
Tahap operasional formal: setelah usia 11 tahun (perkembangan penalaran abstrak)

5.      Coba buat perbandingan pandangan behaviristik dan konstruktivistik tentang bagaimana mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
MENAFSIR KONSEP BEHAVIORISTIK DAN KONSTRUKTIVISTIK
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara, begitu definisi pendidikan yang terkandung dalam ketentuan umum di Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Untuk mencapai tujuan berdirinya Negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, instrument yang digunakan adalah pendidikan. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan manusia-manusia cerdas, kemudian akan menjadi agen perubahan untuk kehidupan berbangsa yang lebih baik. Paolo Freire seorang tokoh pendidikan menyatakan ada dua pandangan dunia yang mempersepsikan manusia dalam dunia pendidikan. Pandangan pertama melihat manusia sebagai objek, yang dapat dibentuk dan disesuaikan. Pandangan lainnya melihat manusia sebagai subyek, mahluk yang bebas dan mampu melampaui dunianya.
Proses belajar pada dunia pendidikan dianggap sebagai transfer of knowledge, beranggapan bahwa peserta didik adalah botol kosong yang dapat diisi sesuai dengan kehendak guru. Guru dan murid terlihat seperti relasi antara penguasa dan yang dikuasai. Paradigma ini lebih dipengaruhi oleh teori behaviorisme. Behaviorisme memandang pengetahuan sebagai suatu yang eksternal dan proses belajar sebagai kegiatan internalisasi pengetahuan. Hasil dari proses belajar menurut teori ini adalah perubahan tingkah laku, layaknya mesin yang dimasukkan program kemudian program itu berjalan sebagaimana program yang telah dibuat tersebut.
Ada beberapa tokoh pendukung teori behaviorisme, diantarnya B. F. Skinner, dilahirkan di Susquehanna, Pennsylvania tahun 1904. Pada tahun 1938, Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Dalam buku tersbut dia mengatakan bahwa ditemukannya banyak tingkah laku pada organisme. Dalam perkembangan psikologi belajar, Skinner menguatkan teori operant conditioning. Operant Conditioning atau Instrumental Conditioning awalnya dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike. Thorndike ini berpendapat bahwa semua proses belajar adalah penjelasan dari koneksi atau perangsang dari adanya stimulus dan respon.
Skinner membedakan dua macam respon. Pertama, Respondent Response (Reflexive Response) yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu (eliciting stimuli), pada umumnya perangsang tersebut bersifat mendahului respon yang ditimbulkan, misalnya makanan yang menimbulkan keluarnya air liur. Operant Response (Instrumental Response) adalah respons yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-perangsang tertentu (reinforcing stimuli atau reinforcer), karena perangsang-perangsang tersebut memperkuat respons yang telah dilakukan oleh organisme.
Kaum Behavioris juga beranggapan bahwa seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement (penguatan atau bantuan) yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Mereka beranggapan bahwa semua manusia adalah robot mesin yang menolak kebebasan dan sifat spontanitas serta tidak memiliki insiatif. Namun teorinya mendapat banyak tentangan dari berbagai kalangan karena dalam teorinya mengesampingkan segi biologi dalam perilaku.

Sebagai anti tesis dari behaviorime, lahir konstruktivisme yang beranggapan bahwa peserta belajar adalah organisme aktif serta dengan usahanya dapat menciptakan makna tersendiri sebagai hasil dari proses belajar. Paham ini melihat peserta didik adalah subyek (pelaku) dalam proses belajar, dilandasi oleh teori konstruktivisme yang menyatakan bahwa pebelajar menciptakan pengetahuan saat berusaha memahami pengalaman-pengalamannya. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial) sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu).
Kaum Konstruktivisme beranggapan bahwa pengertahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa. Artinya, bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Relasi yang terbangun adalah guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. Teori ini bersandarkan pikiran bahwa seorang siswa sesungguhnya pengemudi sekaligus pengendali informasi dan pengalaman baru yang mereka peroleh dalam sebuah proses memahami, mencermati secara kritis, sekaligus melakukan re-interpretasi pengetahuan dalam sebuah siklus belajar-mengajar. Meskipun kita tahu bahwa belajar adalah suatu penafsiran personal dan unik dalam sebuah konteks sosial, tetapi akan lebih bermakna jika akhir dari suatu proses pembelajaran dapat secara langsung memotivasi siswa untuk memahami sekaligus membangun arti baru.
Jika output dari pendidikan Indonesia adalah menghasilkan individu yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan hidup yang dihadapi, bukan hanya mesin atau robot yang mudah digerakkan kesana kemari, maka teori konstruktivisme patut dijadikan landasan dalam dunia pendidikan kita.

Latihan Soal dan Jawaban FILSAFAT ILMU


KUIS FILSAFAT ILMU
Drs. SUHARI, M.Pd:
1.     Dalam rangka pengembangan ilmu, sebaiknya ilmu itu ‘terikat nilai’ atau ‘bebas nilai’ ? Berikan alasan Saudara.
Filsafat ilmu adalah sejarah perkembangan ilmu dan teknologi, hakekat dan sumber pengetahuan serta kreteria kebenaran. Disamping itu, filsafat ilmu juga membahas persoalan objek, metode dan tujuan ilmu yang tidak kala pentingnya adalah sarana ilmiah. Filsafat ilmu memberi spirit bagi perkembangan dan kemajuan ilmu dan sekaligus nilai-nilai moral yang terkandung pada setiap ilmu, baik pada tatanan ontologis, epistimologis, maupun aksiologis yang dalam hal ini penulis menempatkan filsafat ilmu dalam Islamisasi ilmu pengetahuan terletak pada dataran aksiologinya. Yaitu agama sebagai pemberi nilai terhadap ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu dan Islamisasi ilmu pengetahuan memberikan wawasan yang lebih luas bagi penuntut ilmu untuk melihat sesuatu itu tidak hanya dari jendela ilmu masing-masing. Ada banyak jendela yang tersedia, ketika melihat sudut pandang sesuatu, karena itu, tidak boleh arogansi dalam sebuah disiplin ilmu karena arogansi adalah pertanda bahwa tidak kreatif lagi dan cepat merasa puas.
Diharapkan perkembangan ilmu yang begitu sepektakuler di satu sisi dan nilai-nilai agama yang statis dan universal disisi lain dapat dijadikan arah dalam menentukan perkembangan ilmu selanjutnya. Sebab, tanpa adanya bimbingan agama terhadap ilmu dikhawatirkan kehebatan ilmu dan teknologi tidak semakin mensejahterahkan manusia, tetapi justru merusak dan bahkan menghancurkan kehidupan mereka.
Demikianlah pembahasan kedudukan filsafat ilmu dalam Islamisasi ilmu pengetahuan yang dapat penulis sajikan, mudah-mudahan mampu mengguga kita untuk terus mencari, bertualang di dunia ilmu.

2.     Meskipun perkembangannya ketinggalan dibandingkan ilmu alam,  namun ilmu sosial mampu memberikan sumbangan bagi kehidupan manusia. Berikan contoh riil sumbangan tersebut.
Upaya penanggulangan kemiskinan Indonesia telah dilakukan dan menempatkan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama kebijakan pembangunan nasional. Kebijakan kemiskinan merupakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian, lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan tahunan.

Sebagai wujud gerakan bersama dalam mengatasi kemiskinan dan mencapai Tujuan pembangunan Milenium, Strategi Nasional Pembangunan Kemiskinan (SPNK) telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholders pembangunan di Indonesia. Selain itu, sekitar 60 % pemerintah kabupaten/ kota telah membentuk Komite penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) sebagai dasar arus utama penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong gerakan sosial dalam mengatasi kemiskinan.

Adapun langkah jangka pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut:
a)     Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan; (i) penyediaan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sanitasi dasar terutama daerah-daerah langka sumber air bersih. (ii) pembangunan jalan, jembatan, dan dermaga daerah-daerah tertinggal. (iii) redistribusi sumber dana kepada daerah-daerah yang memiliki pendapatan rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus (DAK) .
b)    Perluasan kesempatan kerja dan berusaha dilakukan melalui bantuan dana stimulan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan kerja dan meningkatkan investasi dan revitalisasi industri.
c)     Khusus untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan pelayanan antara lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar 9 tahun termasuk tunjangan bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan rumah sakit kelas tiga.

3.     Pada saat ini dikembangkan pendekatan multidisiplin, ilmu yang satu digunakan secara bersamaan dengan ilmu yang lain. Jika Anda adalah pengembang ilmu, bagaimanakah sikap yang Anda lakukan ? 
Berbicara tentang strategi pengembangan ilmu ini Koento Wibisono (1982:13) mengelompokkan menjadi 3 macam pendapat: pertama, pendapat yang menyatakan bahwa ilmu berkembang dalam otonomi dan tetutup, dalam rti pengaruh konteks dibatasi atau bahkan disingkirkan. “Science for sake of science only” merupakan semboyan yang didengungkan. Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa ilmu lebur dalam konteks, tidak hanya memberikan refleksi, bahkan juga memberi justifikasi. Dengan ini ilmu cendrung memasuki kawasan untuk menjadikan dirinya sebagai ideologi. Ketiga, pendapat ynag menyatakan bahwa ilmu dan konteks saling meresapi dan saling memberi pengaruh untuk menjaga agar dirinya beserta temuan-temuannya tidak terjebak dalam kemiskinan relevansidan aktualitasnya. “Science for sake of human progress” adalah pendiriannya

4.     “Semua masalah hidup manusia bisa diselesaikan dengan kemampuan menalarnya” Bagaimanakah pendapat Anda terhadap pernyataan di atas?  Berikan contoh riilnya.
Proses berpikir secara rasional disebut penalaran, maka berpikir secara rasional dapat disebut berpikir secara nalar atau secara logis. Pengetahuan yang diperoleh tanpa proses berpikir aktis atau pasif adalah pengetahuan intuitif. Penalaran hanya terkait dengan kegiatan berpikir sadar dan aktif, dan mempunyai karakteristik tertentu untuk menemukan kebenaran. Penalaran adalah proses berpikir logis yang menganut logika tertentu. Untuk dapat menarik konklusi yang tepat, diperlukan
kemampuan menalar. Kemampuan menalar adalah kemampuan untuk menarik
konklusi yang tepat dari bukti-bukti yang ada, dan menurut aturan-aturan tertentu.
Manusia mampu mengembangkan pengetahuan karena dua hal :
Pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat dipakai untuk berkomunikasi
Kedua, manusia mempunyai daya nalar, yang dipakai untuk mengembangkan
pengetahuan dengan cepat dan mantap menurut suatu alur pikir tertentu
Contoh
Proses Induksi
1.     Kita menekan saklar lampu tidak menyala
2.     Kita bertanya “mengapa lampu tidak menyala?”
3.     Ajukan hipotesi: Lampu putus

Proses deduksi
1.     Memasang lampu baru akan menyala apabila saklar ditekan
2.     Kita memasang lampu baru dan saklar ditekan: Lampu menyala

===========================================================


jawabanSoalfilsafatPascasarjana TP

Oleh :Mudoyo
1. Jelaskan konsep filsafat dan perannya bagi pengembangan ilmu.

Filsafat ilmua dalah cabang filsafat pengetahuan yang mengkaji hakikati lmu. Pengkajian tersebut dilakukan dari 3 pendekatan: ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Ontologiber kenaan dengan objek yang menjadikajianilmudanbatas-bataskajian yang membedakanilmudenganjenispengetahuanlainnya, seperti agama misalnya
Epistemologiberkenaandengancarapengembanganilmu, prosedurpengembanganilmu, dankriteria agar pengembanganilmutersebutdapatdipertanggungjawabkan.
Aksiologimembicarakanpemanfaatanilmu.Pertanyaan yang perludijawabadalahbagaimanailmuitudapatdimanfaatkantanpamenimbulkankemudlorotanbagiumatmanusiadanlingkungannyaIlmupengetahuan, studisistematistentangapa pun yang dapatdiperiksa, diuji, dandiverifikasi. Ilmu Kata iniberasaldari kata Latin scire, yang berarti "tahu."Dari awalawal, ilmupengetahuantelahberkembangmenjadisalahsatubidangterbesardan paling berpengaruhdariusahamanusia.Hariiniberbagaicabangilmupengetahuanmenyelidikihampirsegalasesuatu yang dapatdiamatiataudideteksi, danilmupengetahuansebagaibentukkeseluruhancarakitamemahamialamsemesta, planet kita, dirikitasendiri, danmakhlukhiduplainnya.... .
Perananfilsafat
a.Pendobrak
Berabad-abadlamanyaintelektualitasmanusiatertawandalampenjaratradisidankebiasaan
b.Pembebas
Filsafatmembebaskanmanusiadarisegalajenis “penjara” yang mempersempitruanggerakakalbudimanusi
c.Pembimbing
Bagaimanakahfilsafatdapatmembebaskanmanusiadarisegalajenis “penjara” yang hendakmempersempitruanggerakakalbudimanusia itu.

2. Jelaskankonsepfilsafatilmudanmanfaatnyabagimahasiswa Program Pascasarjana.

Beranjakdaripengertianfilsafatdanfilsafatilmu di atasmakafilsafatilmumemilikiimplikasidanmanfaatterhadapmahasiswapascasarjanasebagaiseorangilmuwandenganspesifiaksibidangkeilmuan yang dimiliki (khususnya kami di TeknologiPendidikan):
1. Bagimahasiswa yang mempelajarifilsafatilmudiperlukanpengetahuandasar yang memadaitentangilmu, baikilmualammaupunilmusosialuntukmenjadilandasanberpijak yang kuat. Iniberartibagiilmuwansosialperlumempelajaridasar-dasarilmualamsecara global, sebaliknyailmuwanilmualamperlumemahamidasar-dasarilmusosial.Sehinggamemilikipemahaman yang komprehensifdanbergunauntukmemcahkanmasalah-masalahkemanusiaan.
2. Menjadimahasiswatidakberpolapikirmenaragading, yaituberfikirparsialisme. Tetapimenjadikanmahasiswamampumengaitkanberbagaidisiplinilmudenganrealitaskehidupansosialkemasyarakatan
3. Filsafatilmusebagaisaranapengujianpenalaranilmiah, sehinggamenjadikanmahasiswamenjadikritisterhadapkegiatanilmiah. Artinya, mahasiswapascasarjanasebagaiseorangilmuwanharusmemilikisikapkritisterhadapbidangilmunyasendiri, sehinggadapatmenghindarkandiridarisikap paling tahudan “sok” tahu.Karenadenganberfikirfilsafatimemunculkankedasarandirisemakinmengertiketidaktahuannyaakansegalasesuatu.
4. Menjadikanmahasiwaberfikirlogis-rasional. Hal inidikarenakanfilsafatilmumemberikanpendasaranlogisterhadapmetodekeilmuan.Setiapmetodeilmiah yang dikembangkanharusdapatdipertanggungjawabkansecaralogis-rasional, agar dapatdipahamidandipergunakansecara umum.

3 Salah satukarakteristikberpikirfilsafatiadalahkomprehensif.Jelaskanhalitudanberi
ilustrasi di bidangkeilmuan.
Karakteristikberpikirfilsafat yakni:
1. Sifatmenyeluruh: seseorangilmuwantidakakanpernahpuasjikahanyamengenalilmuhanyadarisegipandangilmuitusendiri. Diaingintahuhakikatilmudarisudutpandang lain, kaitannyadenganmoralitas, sertainginyakinapakahilmuiniakanmembawakebahagiandirinya. Hal iniakanmembuatilmuwantidakmerasasombongdan paling hebat. Di ataslangitmasihadlangit.contoh: Socrates menyatakandiatidaktahu apa-apa.
2. Sifatmendasar: yaitusifat yang tidaksajabegitupercayabahwailmuitubenar. Mengapailmuitubenar?Bagaimana proses penilaianberdasarkankriteriatersebutdilakukan? Apakahkriteriaitusendiribenar?Lalubenarsendiriituapa? Sepertisebuahpertanyaan yang melingkar yang harusdimulaidenganmenentukantitik yang benar.
3. Spekulatif: dalammenyusunsebuahlingkarandanmenentukantitikawalsebuahlingkaran yang sekaligusmenjadititikakhirnyadibutuhkansebuahsifatspekulatifbaiksisi proses, analisismaupunpembuktiannya. Sehinggadapatdipisahkanmanayangmlogisatautidak. Ontology ilmuberkaitandenganapa yang menjadibidangtelaahilmu. Sayasependapatbahwabidangkajianilmupengetahuanadalahsesuatu yang dapatdiamatidandiukur.Artinyabidangkajianilmuadalahsegalasesuatu yang beradadidalamjangkauanpengalamanmanusia.Pengalamandisinimenunjukkantentangadanyasesuatu yang telahkitaalamidankitamempunyaikesempatanuntukmengkomunikasikanpengalamantersebutkepada orang lainatau yang kitasebutdenganempiris. Sedangkanhal-hal yang diluarjangkauanpengalamanmanusia, misalnyaapa yang terjadisesudahseseorangmeninggaldunia, bukanmerupakanbidangkajianilmu. Kiranyasampaisaatinibelumpernahada orang yang pulangkembalidarialamkuburdanmenceritakanpengalamannya di alamkubur.


4. “Objekkajianilmuadalahhal-hal yang dapatdiamatidanterukur”. ApakahAndasetujudenganpernyataantersebut?JelaskanalasanAnda.
Ontology ilmuberkaitandenganapa yang menjadibidangtelaahilmu. Sayasependapatbahwabidangkajianilmupengetahuanadalahsesuatu yang dapatdiamatidandiukur.Artinyabidangkajianilmuadalahsegalasesuatu yang beradadidalamjangkauanpengalamanmanusia.Pengalamandisinimenunjukkantentangadanyasesuatu yang telahkitaalamidankitamempunyaikesempatanuntukmengkomunikasikanpengalamantersebutkepada orang lainatau yang kitasebutdenganempiris. Sedangkanhal-hal yang diluarjangkauanpengalamanmanusia, misalnyaapa yang terjadisesudahseseorangmeninggaldunia, bukanmerupakanbidangkajianilmu. Kiranyasampaisaatinibelumpernahada orang yang pulangkembalidarialamkuburdanmenceritakanpengalamannya di alamkubur.
Faktaempirisadalahfakta yang dapatlangsungdialamilangsungolehmanusiadenganmempergunakanpancainderanya.Ruanglingkupkemampuanpancainderamanusiadanperalatan yang dikembangkansebagaipembantupancainderatersebutmembentukapa yang disebutduniaempiris. Duniaempirisinilah yang menjadiobyekkajianilmu.Karenadapatdiukurdandiamatimelaluipancainderadanperalatanbantulainnya. Dalambatas-batasiniilmupengetahuanmempelajariobyek-obyekempirissepertibatu-batuan, binatang, tumbuh-tumbuhan, hewanataumanusiaitusendiri.Ilmumempelajariberbagaigejaladanperistiwa yang menurutanggapannyamempunyaimanfaatbagikehidupanmanusia.Berdasarkanobyek yang ditelaahnya,makailmudapatdisebutsebagaisuatupengetahuanempiris, dimanaobyek –obyek yang berbedadiluarjangkauanmanusiatidakdapatdimasukkankedalamciriilmuyaituorientasipadadunia empiris.

5. Ilmuadalahpengetahuan yang diperolehmelaluimetodeilmiah. Apa yang Andaketahuitentangkonsepmetodeilmiah? Bagaimanametodeilmiahtersebutterefleksi/tercermindalamstrukturpenelitianuntukpenulisantesisAnda?
Metodeilmiahadalahsalahsatucaradalammemperolehsuatupengetuhuan yang didalamnyaterdapatsuaturangkaianprosedurtertentu yang harusdiikutiuntukmendapatkanjawabantertentudaripernyataan yang tertentu pula. Prosedurilmiahtersebut adalah:
1. Perumusanmasalah
2. Penyusunankerangkaberpikir
3. Pengajuanhipotesis
4. Pengujianhipotesis
PenarikansimpulanImplementasimetodeilmiahtampakpadalangkah-langkah
penelitianIdentifikasi, pemilihan, danperumusan masalah.
1. Penelaahan kepustakaan.
2. Penyusunan hipotesis.
3. Identifikasi, klasifikasi, danpemberiandefinisioperasional variable- variabel.
4. Pemilihanataupengembanganalatpengambil data.
5. Penyusunanrancangan penelitian.
6. Penentuan sample.
7. Pengumpulan data.
8. Pengolahandananalisisdata.Metodeilmiahdapatdigambarkandalamgambarberikut: rancanganpenelitiankuantitati
===========================================================

Jawaban Soal Ilmu Filsafat Pascasarjana
1. Jelaskan konsep filsafat dan perannya bagi pengembangan ilmu.

Filsafat ilmu adalah cabang filsafat pengetahuan yang mengkaji hakikat ilmu. Pengkajian tersebut dilakukan dari 3 pendekatan: ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Ontologi berkenaan dengan objek yang menjadi kajian ilmu dan batas-batas kajian yang membedakan ilmu dengan jenis pengetahuan lainnya, seperti agama misalnya. Epistemologi berkenaan dengan cara pengembangan ilmu, prosedur pengembangan ilmu, dan kriteria agar pengembangan ilmu tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Aksiologi membicarakan pemanfaatan ilmu. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah bagaimana ilmu itu dapat dimanfaatkan tanpa menimbulkan kemudlorotan bagi umat manusia dan lingkungannya Ilmu pengetahuan, studi sistematis tentang apa pun yang dapat diperiksa, diuji, dan diverifikasi. Ilmu Kata ini berasal dari kata Latin scire, yang berarti "tahu."Dari awal awal, ilmu pengetahuan telah berkembang menjadi salah satu bidang terbesar dan paling berpengaruh dari usaha manusia.Hari ini berbagai cabang ilmu pengetahuan menyelidiki hamper segala sesuatu yang dapat diamati atau dideteksi, dan ilmu pengetahuan sebagai bentuk keseluruhan cara kita memahami alam semesta, planet kita, diri kita sendiri, dan makhluk hidup lainnya.
Peranan filsafat
a.Pendobrak
Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan
b.Pembebas
Filsafat membebaskan manusia dari segala jenis “penjara” yang mempersempit ruang gerakan
kalbu manusia
c.Pembimbing
Bagaimanakah filsafat dapat membebaskan manusia dari segala jenis “penjara” yang hendak mempersempit ruang geraka kalbu di manusia itu.

2. Jelaskan konsep filsafat ilmu dan manfaatnya bagi mahasiswa Program Pascasarjana.
Beranjak dari pengertian filsafat dan filsafat ilmu di atas maka filsafat ilmu memiliki implikasi dan manfaat terhadap mahasiswa pascasarjana sebagai seorang ilmuwan dengan spesifiaksi bidang keilmuan yang dimiliki (khususnya kami di Teknologi Pendidikan):
1. Bagi mahasiswa yang mempelajari filsafat ilmu diperlukan pengetahuan dasar yang memadai tentang ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu social untuk menjadi landasan berpijak yang kuat. Ini berarti bagi ilmuwan social perlu mempelajari dasar-dasar ilmu alams ecara global, sebaliknya ilmuwan ilmu alam perlu memahami dasar-dasar ilmu sosial.Sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif dan berguna untuk memcahkan masalah-masalah kemanusiaan.
2. Menjadi mahasiswa tidak berpola piker menara gading, yaitu berfikir parsialisme. Tetapi menjadikan mahasiswa mampu mengaitkan berbagai disiplin ilmu dengan realitas kehidupan social kemasyarakatan
3. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga menjadikan mahasiswa menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. Artinya, mahasiswa pascasarjana sebagai seorang ilmuwan harus memiliki sikap kritis terhadap bidang ilmunya sendiri, sehingga dapat menghindarkan diri dari sikap paling tahudan “sok” tahu.Karena dengan berfikir filsafati memunculkan kedasaran diri semakin mengerti ketidaktahuannya akan segala sesuatu.
4. Menjadikan mahasiwa berfikir logis-rasional. Hal ini dikarenakan filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metodei lmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secaralogis-rasional, agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.

3 Salah satu karakteristik berpikir filsafati adalah komprehensif. Jelaskan hal itu dan beri
ilustrasi di bidang keilmuan.
Karakteristik berpikir filsafat yakni:
1. Sifat menyeluruh: seseorang ilmuwan tidak akan pernah puas jika hanya mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin tahu hakikat ilmu dari sudut pandang lain, kaitannya dengan moralitas, serta ingin yakin apakah ilmu ini akan membawa kebahagian dirinya. Hal ini akan membuat ilmuwan tidak merasa sombong dan paling hebat. Di atas langit masih ada langit.contoh: Socrates menyatakan dia tidak tahu apa-apa.
2. Sifat mendasar: yaitu sifat yang tidak saja begitu percaya bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu itu benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan criteria tersebut dilakukan? Apakah criteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa? Seperti sebuah pertanyaan yang melingkar yang harus dimulai dengan menentukan titik yang benar.
3. Spekulatif: dalam menyusun sebuah lingkaran dan menentukan titik awal sebuah lingkaran yang sekaligus menjadi titik akhirnya dibutuhkan sebuah sifat spekulatif baik sisi proses, analisis maupun pembuktiannya. Sehingga dapat dipisahkan mana yang logis atau tidak. Ontology ilmu berkaitan dengan apa yang menjadi bidang telaah ilmu. Saya sependapat bahwa bidang kajian ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dapat diamati dan diukur. Artinya bidang kajian ilmu adalah segala sesuatu yang berada didalam jangkauan pengalaman manusia.Pengalaman disini menunjukkan tentang adanya sesuatu yang telah kita alami dan kita mempunyai kesempatan untuk mengkomunikasikan pengalaman tersebut kepada orang lain atau yang kita sebut dengan empiris. Sedangkan hal-hal yang diluar jangkauan pengalaman manusia, misalnya apa yang terjadi sesudah seseorang meninggal dunia, bukan merupakan bidang kajian ilmu. Kiranya sampai saat ini belum pernah ada orang yang pulang kembali dari alam kubur dan menceritakan pengalamannya di alam kubur.


4. “Objek kajian ilmu adalah hal-hal yang dapat dia mati dan terukur”. Apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut? Jelaskan alas an Anda.

Ontology ilmu berkaitan dengan apa yang menjadi bidang telaah ilmu. Saya sependapat bahwa bidang kajian ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dapat diamati dan diukur. Artinya bidang kajian ilmu adalah segala sesuatu yang berada di dalam jangkauan pengalaman manusia.Pengalaman disini menunjukkan tentang adanya sesuatu yang telah kita alami dan kita mempunyai kesempatan untuk mengkomunikasikan pengalaman tersebut kepada orang lain atau yang kita sebut dengan empiris. Sedangkan hal-hal yang diluar jangkauan pengalaman manusia, misalnya apa yang terjadi sesudah seseorang meninggal dunia, bukan merupakan bidang kajian ilmu. Kiranya sampai saat ini belum pernah ada orang yang pulang kembali dari alam kubur dan menceritakan pengalamannya di alam kubur.
Fakta empiris adalah fakta yang dapat langsung dialami langsung oleh manusia dengan mempergunakan panca inderanya. Ruang lingkup kemampuan panca indera manusia dan peralatan yang dikembangkan sebagai pembantu panca indera tersebut membentuk apa yang disebut dunia empiris. Dunia empiris inilah yang menjadi obyek kajian ilmu. Karena dapat diukur dan diamati melalui panca indera dan peralatan bantu lainnya. Dalam batas-batas ini ilmu pengetahuan mempelajari obyek-obyek empiris seperti batu-batuan, binatang, tumbuh-tumbuhan, hewan atau manusia itu sendiri. Ilmu mempelajari berbagai gejala dan peristiwa yang menurut anggapannya mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Berdasarkan obyek yang di telaahnya, maka ilmu dapat disebut sebagai suatu pengetahuan empiris, dimana obyek –obyek yang berbeda diluar jangkauan manusia tidak dapat dimasukkan kedalam cirri ilmu yaitu orientasi pada dunia empiris.

5. Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. Apa yang Anda ketahui tentang konsep metode ilmiah?
Bagaimana metode ilmiah tersebut terefleksi/tercermin dalam struktur penelitian untuk penulisan tesis Anda?

Metode ilmiah adalah salah satu cara dalam memperoleh suatu pengetuhuan yang di dalamnya terdapat suatu rangkaian prosedur tertentu yang harus diikuti untuk mendapatkan jawaban tertentu dari pernyataan yang tertentu pula. Prosedur ilmiah tersebut adalah:
1. Perumusan masalah
2. Penyusunan kerangka berpikir
3. Pengajuan hipotesis
4. Pengujian hipotesis
Penarikan simpulan Implementasi metode ilmiah tampak pada langkah-langkah
penelitian Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah.
1. Penelaahan kepustakaan.
2. Penyusunan hipotesis.
3. Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variable- variabel.
4. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data.
5. Penyusunan rancangan penelitian.
6. Penentuan sample.
7. Pengumpulan data.
8. Pengolahan dan analisis data. Metode ilmiah dapat digambarkan dalam gambar berikut: rancangan penelitian kuantitatif.